Berita

Net

Nusantara

MUI Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh Isu Di Medsos

SELASA, 13 FEBRUARI 2018 | 05:33 WIB

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin mengatakan pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta, pada Minggu kemarin (11/2) terdorong oleh provokasi isu viral di media sosial.

"Kalau betul pelakunya adalah seorang yang sehat, pastinya dia sudah terprovokasi oleh isu-isu yang dibangun melalui medsos," katanya saat berkunjung ke Masjid Arif Nurul Huda, Surabaya.

MUI menegaskan tidak membenarkan upaya penyerangan dan perusakan tempat ibadah.


"Kita harus saling menghormati dan saling menjaga. Tidak dibenarkan saling melukai," kata Kiai Ma'ruf.

Di tengah deras arus informasi melalui medsos, pelaku penyerangan tempat ibadah seperti yang terjadi di Sleman bisa terjadi di mana-mana. Dia menduga ada upaya adu domba dari isu-isu yang viral di medsos.

"Ketika ada peristiwa yang terjadi sebelumnya isu-isunya kemudian dibesar-besarkan. Diviralkan seakan ulama dianiaya. Itu kan namanya memprovokasi. Kemungkinan juga ada upaya adu domba. Karena kebanyakan yang diviralkan peristiwanya tidak ada. Itu kan berarti ada upaya provokasi agar umat itu marah," papar Kiai Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf yang juga Rais Aam PBNU mengimbau masyarakat lebih waspada, khususnya bisa memilah isu yang viral di medsos.

Dia meyakini polisi juga telah mengantisipasi kejadian serupa seperti penyerangan di Gereja Santa Lidwina yang didorong oleh isu-isu viral berkembang di medsos agar tidak terjadi di tempat lain.

"Tapi kan tidak mungkin polisi bisa mengawasi semuanya. Harus ada kesadaran dari masyarakat," imbuh Kiai Ma'ruf, sebagaimana dikutip Antara, Selasa (13/2). [wah]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya