Berita

Net

Nusantara

Kesejahteraan Nelayan Masih Belum Terjamin

SELASA, 06 FEBRUARI 2018 | 21:55 WIB | LAPORAN:

Nelayan sebagai tulang punggung industri perikanan nasional memiliki fungsi penting. Untuk itu, kesejahteraan nelayan merupakan hal utama yang harus diwujudkan.  

Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba menyampaikan bahwa kesejahteraan nelayan di berbagai wilayah di Indonesia masih belum terjamin.

"Salah satu fokus utama kami dalam rapat kerja ini salah satunya terkait dengan kesejahteraan nelayan, di mana masih banyak nelayan yang kurang sejahtera," ujarnya dalam rapat kerja Komite II bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (6/2).


Menurutnya, salah satu hal penting terkait kesejahteraan nelayan adalah dengan penyediaan sarana dan prasarana tangkap ikan, sehingga nelayan dapat dengan mudah melakukan pekerjaannya.

"Kurangnya infrastruktur, sarana dan prasarana agar lebih diperhatikan lagi, sehingga kesejahteraan nelayan dapat lebih baik," kata Parlindungan.

Selain juga banyak nelayan yang masih kurang fokus terhadap pekerjaannya karena keterbatasan dan kurangnya pengetahuan yang dimiliki. Untuk itu, dibutuhkan pembinaan dari KKP.

"Karena banyak keterbatasan dan kurang dijangkaunya nelayan sehingga banyak nelayan yang memiliki profesi ganda. Untuk itu, agar kementrian dapat membina mereka sehingga bisa lebih profesional lagi dan dapat meningkatkan kesejahteraan. Agar juga dibuatkan lebih banyak balai-balai pembinaan," jelas Parlindungan.

Menanggapi masukan tersebut, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP Zulficar Mochtar menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan sarana dan prasarana terkait peningkatan pengetahuan bagi nelayan, baik berupa penyuluhan maupun fasilitas pendidikan.

"Terkait sarana dan prasarana pendidikan dan penyuluhan telah kami sediakan. Kami saat ini memiliki 5.700 penyuluh lebih yang mengawal 37 ribu kelompok. Dengan ini pendampingan kelompok kami harap akan lebih intensif lagi. Selain itu kami juga menyediakan beasiswa dengan kebijakan minimal 46 persen merupakan anak-anak nelayan ataupun petambak. Untuk nelayan kami juga memiliki smebilan pusat pelatihan yang tersebar di seluruh Indonesia, semuanya gratis," paparnya. [wah]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya