Berita

Foto/Net

Nusantara

Ganjar: Kalau Istri Saya Tidak Ikut Dampingi, Apa Kata Orang Luar

SELASA, 06 FEBRUARI 2018 | 10:07 WIB | LAPORAN:

Bakal calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo khawatir tidak hadirnya istri di setiap acara sosialisasi bisa menimbulkan stigma buruk terhadap keharmonisan rumah tangga.

Hal itu diungkapkan Ganjar terkait panggilan Istri Ganjar, Siti Atikoh Supriyanti oleh Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Jawa Tengah. Atikoh yang berstatus pegawai negeri sipil itu diminta keterangan Bawaslu setelah mengantarkan Ganjar mendaftar ke KPUD Jateng.

Ganjar menjelaskan, dirinya sudah mengetahui aturan aparatur sipil negara yang tidak boleh berpihak atau mendukung salah satu calon pasangan tertentu. Namun, kata Ganjar, meski isterinya berstatus PNS, tetap saja langkah yang jalankan sang istri tidak netral. Atikoh, sambung Ganjar, pasti mendampinginya di setiap tahapan dan kegiatan Pilkada Jateng 2018.


"(Istri) pasti milih saya dan dukung saya. Kalau tidak, dibaca apa oleh orang luar. Ini ganjar kok apa-apa sendirian, apa rumah tangganya harmonis atau tidak, sanggup gak ini bawa keluarga ke arah yang saling mendukung. Katanya teorinya di balik laki-laki yang sukses di belakangnya ada perempuan yang hebat? Nah ini hebat gak perempuannya. Mau hebat kok gak boleh," kata Ganjar seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Selasa (6/2).

Lebih lanjut Ganjar menilai aturan yang melarang istri atau suami mendampingi kandidat pemilu sangat tidak tepat. Terlebih saat mengantarkan dirinya, Atikoh sudah mengajukan cuti di luar tanggungan negara.

Hal ini jugalah yang membuat dirinya mempertanyakan aturan tentang soal regulasi yang mengatur PNS terutama pasangan calon yang kebetulan PNS sekaligus memprotes pelanggaran yang diberikan Bawaslu Jateng ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Asman Abnur dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Usai menelepon Mendagri dan Menpan, Ganjar mengaku sebenarnya aturan tidak seketat itu. Dalam penjelasan kedua Menteri tersebut, Isti boleh mendampingi namun tidak diperbolehkan mengenakan seragam PNS atau menunjukkan tanda jari sebagai simbol-simbol dukungan.

"Kok aneh ya, masa istri ndak boleh dampingi suami. Bagi saya ini sedikit lucu," ujar Ganjar. [nes]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya