Berita

Foto/RMOL

Nusantara

Begini Cara Pria Argentina Melarikan Bocah Lucu Yang Bukan Hak Asuhnya

SENIN, 05 FEBRUARI 2018 | 22:10 WIB | LAPORAN:

Rambut gondrong sebahu dengan tampilan nyentrik menjadi modus Jorge Langone (41) meyakinkan warga Indonesia, bahwa dirinya adalah musisi. Bersama kekasihnya, Candela Gutierrez yang berperawakan sama, keduanya melarikan Alum Langone Avalos (7) dari satu daerah ke daerah lainnya.

Ibu bilogis Alum, Elizabeth Avalos (27) pun akhirnya menyusul ke Indonesia. Tepatnya, saat bocah lucu berambut cokelat itu terpantau di Jakarta sejak awal tahun lalu.

"Ada seorang sopir taksi online yang melaporkan melihat keberadaan anak saya bersama Langone dan Gutierrez di kawasan Jakarta," ungkap Avalos kepada wartawan dalam konferensi pers di Kedutaan Besar (Kedubes) Argentina, Menara Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (5/2).


Saat itu, sopir taksi online yang diketahui bernama Dian mengantarkan ketiganya ke kontrakan kenalannya, Ade, di kawasan Bekasi. Mereka mengaku tidak memiliki uang, sehingga membutuhkan bantuan untuk menumpang tinggal.

Mereka juga sempat diantarkan ke salah satu mal di kawasan Jakarta Barat untuk bermain Ice Skating. Kepada Dian, Langone mengaku turis dari Amerika yang kehabisan uang.

Sehingga, terpaksa hidup nomaden. Padahal, itu menjadi salah satu modusnya untuk berpindah lokasi agar tidak mudah dilacak oleh pihak berwajib.

"Dia mengaku sebagai musisi. Kadang mengaku dari Amerika, Spanyol atau Meksiko. Tapi tidak pernah bilang berasal dari Argentina, supaya tidak ketahuan," papar Avalos.

Aksi pelarian paksa terhadap Alum itu sendiri terjadi sekira bulan Juli 2017. Saat itu, Alum dilarikan paksa dari sekolahnya. Sejak saat itu, Langone dan Gutierrez hijah ke beberapa negara untuk menghilangkan jejak.

Keluarga Langone, terang Avalos, baik ayahnya hingga kakak perempuannya semua mendukung upaya Langone melarikan Alum. Mereka memberinya uang untuk melarikan diri.

Mulai dari Bolivia, Brasil, hingga tiba di Malaysia dan masuk ke Indonesia melalui Batam. Kini, jejak ketiganya dilaporkan terlacak di daerah Sulawesi Selatan. Tepatnya di wilayah Enrekang dan Toraja.

"Mereka bertiga tak punya uang. Jadi mereka hanya numpang saja dengan memanfaatkan Alum. Orang-orang rela ditumpangi mereka bertiga untuk traveling karena mereka iba dengan anak saya Alum yang terus menangis," papar Avalos.

Avalos dan Langone diketahui sempat hidup bersama di Argentina selama dua tahun, sebelum akhirnya berpisah, pada 2013.

Berdasarkan keputusan pengadilan Argentina, hak asuh Alum jatuh ke tangan Elizabeth, sehingga Langone mencoba mengambil paksa gadis lugu tersebut.

Pihak kedutaan meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia bisa memberikan informasi jika melihat keberadaan Alum. Cirinya, berkulit putih, rambut cokelat panjang dengan tinggi badan 100 cm. Sedangkan Langone berperawakan tinggi, rambut gondrong dan keriting. Serta Gutierrez, rambut sebahu dan bertubuh gemuk. Informasi terkait Alum dan kedua pasangan tersebut dapat disampaikan melalui nomor darurat Kedubes Argentina 021-2303061 atau 0816-919121. [nes]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya