Berita

Foto/Net

Nusantara

Hindari Kecemburuan, Gubernur Anies Diminta Ikut Benahi Pasar Kebayoran Lama

SENIN, 05 FEBRUARI 2018 | 17:54 WIB | LAPORAN:

Pengamat perkotaan Sugiyanto meminta Gubernur DKI, Anies Baswedan untuk ikut menata pasar-pasar tradisional yang ada di Jakarta seperti Pasar Tanah Abang.

Hal itu penting untuk mencegah terjadinya kecemburuan sosial antar para pedagang pasar di Jakarta. Salah satu pasar yang perlu pembenahan adalah Pasar Kebayoran Lama.

"Salah satunya pasar Kebayoran Lama yang pedagangnya meminta agar Gubernur Anies memperhatikannya. Mereka ingin ditata juga. Nah Gubernur harus bisa mengakomodirnya," ujar Sugiyanto yang juga Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) di Jakarta, Senin (5/2).


Salah seorang pedagang sayur Pasar Kebayoran Lama yang minta identitasnya disamarkan menjelaskan, bahwa penataan perlu dilakukan, mengingat saat ini banyak pedagang yang berjualan di trotoar.

"Saya mendukung jika pasar ini dibuat seperti Tanah Abang, jalan depan Ramayana ditutup dibuat tenda untuk PKL," kata pedagang sayur asal Jawa ini.

Gubernur Anies, menurut dia, seharusnya bisa adil jangan hanya melihat PKL di satu pasar besar saja. "Semoga keinginan kami ini akan didengar oleh Pak Gubernur," jelasnya.

Sementara pengurus pasar yang juga salah satu RW di Kebayoran Lama mengatakan pihaknya siap mengakomodir keinginan pedagang. Namun, dirinya harus melakukan koordinasi internal pengurus pasar terlebih dahulu.

"Prinsipnya kita mendukung apa yang diinginkan pedagang disini, kita juga pasar Kebayoran ini ingin mendapat perhatian Gubernur Anies, agar pasar terlihat rapih dan tertib," kata RW saat berbincang.

Namun pihaknya mengaku sudah melakukan pembicaran terkait dengan pembuatan tenda untuk PKL, namun letak jalannya ada di belakang pasar yaitu tempat dagangnya pasar-pasar loak.

"Disitu ada jalan, kita juga akan mengusulkan itu untuk dibuat seperti Tanah Abang, dibuatkan tenda untuk PKL barang-barang loak dan antic," bebernya.

Sebelumnya Anies mengatakan tidak semua pasar bisa di tata seperti Tanah Abang. Meski bisa pun harus melalui kajian dan pertimbangan dari dinas terkait.

"Semua yang berdagang akan difasilitasi tentu dengan pertimbangan ketersedian tempat, ketertiban dan kenyamanan. Intinya kita tampung mereka yang ingin menjadi penjual, pedagang terfasilitasi," ujarnya dalam suatu kesempatan. [nes]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya