Berita

Foto/Humas Kemenpora

Di New York, Menpora Banggakan Pemuda Indonesia Yang Tampil Mendunia

RABU, 31 JANUARI 2018 | 08:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menghadapi tantangan terkait isu-isu kepemudaan dunia, Indonesia memiliki peran strategis menjadi salah satu negara panutan dalam pelaksanaan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs).

Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi saat menghadiri ECOSOC (Economic and Social Council) Youth Forum 2018 dengan tema "The Role of Youth in Poverty Eradication and Promoting Prosperity in A Changing World" pada tanggal 30- 31 Januari 2018 di New York, AS.

Indonesia dengan proporsi tinggi dalam penduduk usia mudanya dan menjadi rumah dari 66 juta penduduk yang berusia 16-30 tahun, saat ini berada pada masa yang paling penting. Indonesia akan segera berada dalam posisi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam memanfaatkan bonus demografi untuk mempercepat kemajuan ekonomi.


"Bonus demografi menjadi windows of opportunity (peluang) yang sangat strategis bagi Indonesia untuk melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan. Rasio usia produktif di atas 64 persen sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju. Ini adalah rasio usia produktif terbaik yang akan mulai dinikmati oleh Indonesia pada tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun 2035," kata Menpora dalam keterangannya.

Indonesia saat ini patut bangga dengan adanya pemuda Indonesia yang dengan prestasinya sudah tampil di level internasional baik dalam bidang politik, hingga bisnis dan entrepreneurship. Sebut saja, Nadiem Makarim, (Pendiri GO-JEK), Achmad Zaky (CEO Bukalapak), Ferry Unardi (Pendiri Traveloka), William Tanuwijaya (Pendiri Tokopedia), mereka adalah contoh pemuda Indonesia di bidang teknologi informasi yang dipercaya oleh perusahaan multinasional. Anak-anak muda tersebut, saat ini menjadi pemimpin dari bisnis start-up yang berstatus unicorn di Indonesia.

Menpora mengatakan di saat yang sama, ada banyak anak-anak muda berprestasi di Indonesia di level dunia, seperti halnya sejumlah nama-nama yang berhasil mengguncang panggung Holywood, aktor Joe Taslim, Sutradara muda berbakat, Livi Zheng, dan pemuda berbakat lainnya. Sementara itu di olahraga Indonesia bangga mempunyai atlet andalan Indonesia peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 dari cabang bulutangkis seperti Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Juga, Kevin/Markus, pemegang rekor dunia di nomor ganda putra badminton (11 kali turnamen juara super series).

"Dari sisi Pemerintah, kami berkomitmen untuk menjadi salah satu negara perintis yang menjadi panutan dalam pelaksanaan SDG’s. Indonesia telah mengarusutamakan kerangka kerja SDGs ke dalam rencana pembangunan nasional melalui Peraturan Presiden No. 59/2017 tentang Pelaksanaan SDGs. Dengan adanya Peraturan Presiden ini, telah ada mekanisme formal keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, seperti sektor bisnis, organisasi filantropi, akademisi, media, dan organisasi masyarakat sipil, termasuk pemuda dalam melaksanakan SDG’s di tingkat nasional dan lokal," ujarnya.

Presiden juga telah meluncurkan Peraturan Presiden No. 66/2017 tentang Koordinasi Lintas Sektoral Strategis untuk Pelayanan Pemuda, sebagai sarana legal untuk memberikan layanan kepemudaan kepada pemangku kepentingan yang berbeda. Peraturan Presiden No. 66/2017 juga mengamanatkan pemerintah untuk mengembangkan Indeks Pembangunan Pemuda Indonesia (YDI) untuk mengevaluasi kemajuan dan pencapaian pembangunan pemuda.

"Indeks ini dikembangkan bekerjasama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Statistik Indonesia, dan UNFPA Indonesia. Kerangka ini dikembangkan agar sesuai dengan SDG, prioritas kebijakan pemuda Indonesia, dan konstruksi indeks pembangunan pemuda yang disepakati secara global. YDI Indonesia berfokus pada lima domain, yakni: Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan, Ketenagakerjaan dan Kesempatan, Partisipasi dan Kepemimpinan, dan Gender dan Diskriminasi," tambahnya. [rus/***]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya