Berita

Nutella/Net

Dunia

Perancis Selidiki Diskon Besar-besaran Nutella

SELASA, 30 JANUARI 2018 | 12:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kementerian Keuangan Perancis melakukan penyelidikan soal promosi selai cokelat Nutella yang menyebabkan adegan kekerasan di supermarket telah melanggar undang-undang perdagangan atau tidak.

Penyelidikan itu berkaitan dengan promosi yang dilakukan Nutella di toko-toko Intermarché Perancis pekan lalu. Nutella didiskon 70 persen dari semula 4,50 euro menjadi 1,40 euro.

Akibat diskon tersebut, sejumlah orang berdesakan dan saling mendorong. Polisi pun terpaksa turun tangan untuk menangani situasi.


Polisi dipanggil saat orang mulai berkelahi dan saling mendorong.

Adegan serupa dilaporkan di seluruh Prancis, dengan beberapa di antaranya digambarkan sebagai kerusuhan.

Menyusul hal tersebut, badan perlindungan konsumen dan anti-penipuan Perancis awal pekan ini meluncurkan penyelidikan untuk menentukan apakah promosi tersebut menyalahi aturan atau tidak.

Perancis diketahui merupakan negara yang memiliki peraturna ketat mengenai besarnya diskon yang bisa dilakukan pengecer pada produk di luar periode penjualan resmi.

Menteri Pertanian Stéphane Travert saat ini mendorong undang-undang yang akan membatasi diskon hingga 34 persen dari harga pokok.

Pembuat Nutella, Ferrero, mengatakan bahwa mereka menyesalkan kerusuhan akibat diskon tersebut. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya