Berita

Alex­ei Navalny/Net

Dunia

Sebelum 24 Jam, Pentolan Oposisi Rusia Dibebasin

SELASA, 30 JANUARI 2018 | 12:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemimpin oposisi Rusia Alex­ei Navalny dibebaskan sebelum 24 jam, setelah ditahan polisi da­lam unjuk rasa menolak pemilu 18 Maret. Pesta demokrasi ini dianggap bakal memperpanjang masa jabatan Vladimir Putin di Kremlin.

"Saya bebas," tulis Navalny di Twitter pada Minggu malam (28/1).

"Hari ini merupakan hari yang penting Terima kasih ke­pada semua yang tidak takut memperjuangkan hak mereka," sambungnya.


Ribuan orang menerjang suhu dingin untuk mengikuti aksi unjuk rasa di belasan kota Rusia untuk memprotes apa yang disebut Navalny dan pendukung­nya sebagai "pemilu semu" yang akan datang.

"Ini bukan pemilihan karena kami sudah tahu hasilnya," kata Elena Ruzhe (62) kepada AFP di Moskow. "Saya tidak takut memprotes," kata bekas pegawai kementerian kebudayaan itu.

Di kota Yekaterinburg, seribu orang berunjuk rasa, termasuk wali kotanya. "Apa yang ditawarkan kepada kita bukan pemilu," kata wali kota Yevgeny Roizman kepada pengun­juk rasa.

Di Moskow, Navalny men­eriakkan "penipu dan pencuri" dalam demonstrasi di pusat kota pada Minggu. Kemudian, beberapa polisi membekuknya dan menyeret dia ke sebuah bus. Menurut polisi, Navalny ditahan karena merencanakan protes tanpa izin.

Kantor berita Rusia, RIA No­vosti, pada awal pekan lalu memberitakan, para pendukung Navalny telah mengajukan per­mohonan ke Pemerintah Kota Praja Moskow mengenai penye­lenggaraan protes pada Minggu yang melibatkan 15.000 orang di pusat kota Moskow, tapi be­lakangan permohonan tersebut ditolak.

Mahkamah Agung Rusia melarang Navalnya ikut dalam pemilihan presiden 2018 karena dia dituduh melakukan peng­gelarapan di satu perusahaan kayu. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya