Berita

Rizieq Shihab/Net

Hukum

Polisi Harus Tangkap Rizieq Saat Tiba Di Indonesia

SELASA, 30 JANUARI 2018 | 09:57 WIB | LAPORAN:

. Polisi harus menangkap imam besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab saat tiba di Indonesia. Dikabarkan, Rizieq akan balik ke Tanah Air dari Arab Saudi pada pada 21 Februari 2018.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane menegaskan Polri harus bertindak tegas dengan kabar kepulangan Rizieq tersebut.

Pasalnya, status DPO yang diberikan Polri terhadap Rizieq hingga saat ini belum dicabut. Rizieq terjerat kasus dugaan percakapan konten pornografi, dia sudah ditetapkan sebagai tersangka.


"Sampai saat ini Habib Rizieq masih dalam status DPO Polri dan status itu belum dicabut. Jika memang benar bahwa anggal 21 Februari 2018 Rizieq akan pulang, tugas Polri secara hukum harus menangkapnya, begitu tiba di Indonesia karena statusnya sebagai DPO," ujar Neta kepada redaksi, Selasa (30/1).

Dia menjelaskan hal ini perlu dilakukan sebagai wujud kepastian hukum di Indonesia benar-benar dijalankan.

"Ini perlu dilakukan agar ada kepastian hukum. Setelah itu kasusnya mau diteruskan atau ada perdamaian, itu menjadi wewenang kepolisian," lanjut Neta.

Dikhawatirkan ada benturan yang tidak akan bisa dihindari antara kepolisian dan massa yang akan menjemput Rizieq, kendati demikian sebagai pihak yang profesional, kepolisian pasti sudah memiliki teknis penangkapan tersendiri.

"Soal teknis penangkapannya tentunya pihak kepolisian sudah profesional dalam menjalankan tugasnya. Tapi seperti kata pepatah, meskipun langit runtuh hukum harus ditegakkan, apalagi Polri sudah mengeluarkan DPO buat Rizieq. Polri harus konsisten," demikian Neta. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya