Berita

Danbi dan Umar Hadi/KBRI Seoul

Dunia

Minta Restu Dubes RI, Gadis Korea Ini Mantap Di Jalur Dangdut

SENIN, 29 JANUARI 2018 | 13:47 WIB | LAPORAN:

Gadis Korea ini bertekad terjun ke dunia kompetisi dangdut Tanah Air. Tidak main-main, ia datang menemui pimpinan KBRI Seoul.

Akhir pekan lalu, dengan diantar manajernya, Park, Danbi ingin mengurus izin tinggal di Indonesia. Sudah setengah tahun Danbi belajar bahasa Indonesia, kini ia semakin pede.

Dalam percakapan dengan Dubes Umar Hadi, Danbi mengutarakan alasan dirinya memilih jalur dangdut. Rupanya, Danbi sudah lama menekuni dunia tarik suara musik tradisional Korea yang disebut “trot”. Genre ini memiliki cengkok yang mirip dangdut.


"Saya tentu berharap Anda sukses. Belajarlah dengan tekun. Persaingan di sana sangat ketat. Tetapi dengan modal kerja keras, bukan tidak mungkin Danbi akan sukses," pesan Dubes Umar Hadi.

Lebih lanjut dipesankan agar Danbi lebih menyesuaikan diri dengan kultur dan budaya Indonesia yang begitu beragam. Kemampuan beradaptasi menjadi kunci sukses yang sangat menentukan.

Danbi mengaku jatuh cinta dengan dangdutnya Indonesia sejak lama. Ia bahkan sudah menelorkan satu lagu Korea Dangdut atau K-Dut yang diberi judul Ummer yang artinya “Oh My God!”.

Kepada koordinator Pensosbud Diplik, M Aji Surya, Danbi mengaku sudah ada beberapa lagu ngetop yang bisa didendangkannya seperti Goyang Dumang dari Cita Citata, Sayang punya Via Vallen dan Ditinggal Rabi Nella Kharisma.

"Saya pikir saya nantinya akan bisa bersaing dengan Ayu Ting Ting, hehehehe," ujarnya dalam bahasa Indonesia logat Korea Selatan.

Danbi akan berada di Indonesia selama dua bulan mulai akhir Januari ini. Setelah itu akan bolak-balik Korsel-Indonesia. Jadwalnya pun sudah padat. Ia akan tampil di Purwokerto, Semarang dan beberapa kota lainnya. Ia juga akan muncul di beberapa stasiun TV nasional.

Danbi, gadis korea ini rupanya benar-benar ingin menjajal kemampuannya dalam perhelatan dangdut tanah air. Kita lihat saja.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya