Berita

Steve Wynn/Net

Dunia

Kesandung Kasus Pelecehan Seksual, Pendonor Partai Republik Mundur

SENIN, 29 JANUARI 2018 | 09:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pendonor terbesar Partai Republik Steve Wynn mengun­durkan diri dari posisi kepala pengumpul dana partai setelah kesangkut kasus pelecehan sek­sual.

Taipan kasino ini diberitakan, Sabtu (27/1), sering mendekati staf wanita yang bekerja dengan­nya. Wynn juga suka mengajak kencan wanita manapun yang dia anggap menarik.

Sejauh ini, Wynn membantah seluruh tuduhan yang dilayang­kan kepadanya. Dia bahkan berencana menuntut Wall Street Journal, media yang pertama kali mengeluarkan isu pelecehan seksual oleh Wynn.


Laporan Wall Street Journal menyebutkan pria berusia 76 ta­hun dituduh melakukan pelece­han terhadap terapis pijatnya dan memaksa salah seorang anggota stafnya untuk berhubungan seks dengannya.

Wynn membantah melakukan ke­salahan, dan menyebut cerita terse­but sebagai "tidak masuk akal".

Kepala RNC Ronna McDan­iel mengatakan kepada media AS bahwa dia telah menerima pengunduran diri Wynn. Wynn menyalahkan bekas istrinya sebagai dalang yang menyebar isu ini. Dia sempat bertengkar dengan bekas istrinya itu di pengadilan.

"Penyelidikan dari tudingan ini merupakan pekerjaan bekas istri saya Elaine Wynn, yang ten­gah mengusahakan agar menang dalam sidang perceraian sol harta gono gini," ujar Wynn.

Menurut Wall Street Journal, yang megatakan telah mewawancarai puluhan orang yang bekerja dengan Wynn, menuduhnya terlibat dalam sejum­lah pelecehan yang seringkali dilakukan terhadap terapis pi­jatnya ketika berada di dalam kantor pribadinya.

Dalam dokumen pengadilan yang diklaim diperoleh koran tersebut, raksasa industri perju­dian itu membayar 7,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 99 milliar pada seorang ahli manikur yang menuduh Wynn memaksanya melakukan seks oral.

Karyawan perempuan akan membuat janji palsu demi menghindar untuk bertemu den­gannya, atau menghadirkan ses­eorang yang pura-pura menjadi asisten mereka agar tidak sendi­rian bertemu dengan Wynn.

Beberapa orang bahkan ber­sembunyi di dalam kamar mandi atau WC jika mereka mendengar Wynn datang ke salon mereka, seperti klaim dalam laporan Wall Street Journal.

Wynn adalah pendonor dana Partai Republik dan mengumpul dana. Dia memiliki estimasi ke­kayaan sebesar 3,5 milliar dolar AS atau Rp 46 triliun menurut majalah Forbes.

Dia mendapatkan kekayaanya dari konstruksi dan aktivitas ka­sino besar di Las Vegas, termasuk Golden Nugget, The Mirage, Trea­sure Island dan Bellagio, yang ke­mudian dia jual pada MGM Grand Inc. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya