Berita

Ramzan Kadyrov/RT

Dunia

Pemimpin Chechnya Apresiasi Dukungan Vladimir Putin Pada Islam

SABTU, 27 JANUARI 2018 | 13:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin Chechnya mengapresiasi sikap Presiden Rusia Vladimir Putin yang berjanji untuk mendukung umat Islam di Rusia dan seluruh dunia.

Dalam sebuah pesan baru yang diposting di jaringan sosial Telegram, Kadyrov mengucapkan terima kasih kepada Putin atas dukungannya kepada Muslim Chechnya. Dia menulis bahwa Putin memenuhi janjinya untuk melindungi kebebasan beragama dan persamaan untuk semua pengakuan utama di Rusia.

Selain itu, Kadyrov mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan bukti lebih lanjut bahwa Federasi Rusia adalah mitra terpercaya bagi semua negara Muslim.


Ramzan Kadyrov mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin tetap setia pada janjinya untuk mendukung umat Islam di Rusia dan di seluruh dunia, menambahkan bahwa kebijakan Barat hanya membawa perang dan penghancuran ke negara-negara Islam.
 
"Ini bukan hanya kata-kata, Vladimir Putin telah terus-menerus membuktikan bahwa dia memenuhi janjinya. Sementara Amerika Serikat dan sekutunya membawa perang dan kehancuran ke dunia Muslim, Rusia secara konsisten membela kepentingan negara dan bangsa Islam," tulis pemimpin Chechnya tersebut seperti dimuat Russia Today jelang akhir pekan ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa janji yang dipenuhi Putin adalah ketika pada tahun 2005, saat dia menyampaikan pidato di depan parlemen Chechnya. Saat itu, Putin menjanjikan dukungan untuk Muslim tradisional di Rusia dan seluruh dunia, dengan mengatakan bahwa Rusia akan tetap menjadi mitra terpercaya bagi negara-negara Muslim.

Hal itu terlihat dalam kebijakan yang diterapkan oleh Putin yang dinilai ramah terhadap umat Islam.

Kadyrov juga mengapresiasi pernyataan Putin terbaru saat bertemu dengan perwakilan ulama Muslim di kota Kazan. Dalam kesempatan itu Putin mengatakan bahwa Rusia akan mendukung pendidikan Islam melalui universitas negeri besar dan cara-cara lain.

Putin juga menekankan bahwa studi dalam Islam tradisional merupakan bagian penting dalam melawan gagasan ekstremis dan kelompok radikal yang berbahaya.

Menanggapi hal itu, Kadyrov mendukung pendirian Putin mengenai masalah ini.

"Di Chechnya sendiri ada dua universitas Islam, enam sekolah Hafiz dan puluhan Madrasah. Untuk ini, kami dengan tulus berterima kasih kepada Vladimir Vladimirovich (Putin). Tapi semua hak terikat dengan tanggung jawab, dan saya yakin bahwa umat Islam harus secara aktif melawan gerakan destruktif dan anti-Islam seperti Wahhabisme," tutupnya. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya