Berita

MbS/Net

Global

Aktivis Tuntut Pemerintah Inggris Batalkan Kunjungan Putra Mahkota Saudi

SABTU, 27 JANUARI 2018 | 12:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Aktivis di Inggris meminta Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk menarik undangan ke Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MbS) yang diperkirakan akan berkunjung dalam beberapa minggu ke depan.

Kelompok aktivis termasuk koalisi Stop the War, Kampanye Melawan Perdagangan Senjata, dan Organisasi Hak Asasi Manusia Arab, menerbitkan sebuah surat terbuka pada hari Jumat (26/1) yang menuduh pewaris takhta Saudi mengawasi perang terhadap Yaman dan memperdalam krisis kemanusiaan di sana.

"(MbS) adalah anggota paling tua kedua dari rezim Saudi, yang memiliki salah satu catatan hak asasi manusia terburuk di dunia," begitu bunyi pernyataan bersama tersebut.


"Penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, dan pelanggaran mengerikan lainnya didokumentasikan secara luas," sambung pernyataan tersebut.

Stephen Bell, salah satu aktivis yang memimpin kampanye untuk menghentikan kunjungan tersebut, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Inggris seharusnya tidak meletakkan karpet merah untuk Mohammed Bin Salman.

"Sekitar 11 juta anak-anak Yaman berisiko terkena perang atau kolera, kelaparan yang disebabkan oleh blokade negara dan penghancuran infrastruktur," katanya.

"Semua ini berarti tidak cocok untuk mengundang seseorang yang memegang tanggung jawab utama untuk kelanjutan perang," sambunya.

Sejak intervensi militer pimpinan Saudi dimulai di Yaman pada bulan Maret 2015, negara termiskin di dunia Arab telah menemukan dirinya berada di ambang krisis kemanusiaan yang menghancurkan, dengan peringatan PBB akan kelaparan dan penyebaran penyakit yang meluas.

Lebih dari delapan juta orang tidak memiliki akses makanan yang memadai dan lebih dari satu juta orang menderita kolera. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya