Berita

Tersangka M. Toha Maryono, DPO Kejati Jambi/Net

Hukum

Kejati Jambi Diiminta Umumkan Penangkapan Buronan Korupsi

SABTU, 27 JANUARI 2018 | 01:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi dinilai menutup-nutupi tertangkapnya Gerry Iskandar Alamlah, tersangka korupsi proyek pengerukan alur Sungai Batanghari tahun 2011 senilai Rp 7,78 miliar.

"Kejati Jambi harusnya buka-bukaan mengumumkan tertangkapnya Gerry. Bukan malah menutup-nutupi," kata kuasa hukum Tonggung Napitupulu, Frien Jones Tambun, melalui sambungan telepon, Jumat (26/1).

Menurut Frien, Gerry yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang OKK DPP Garda Pemuda Nasdem ini diketahui sudah lebih dari sepekan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jambi.


"Saya sudah ketemu Gerry di Lapas Jambi," ujar Frien.

Sikap Kejati Jambi ini berbeda saat menangkap beberapa tersangka korupsi lainnya. Mereka biasanya langsung mempublikasikan keberhasilan penangkapan.

Contohnya saat meringkus DPO koruptor kasus pengerukan alur sungai Batanghari Arief Hidayat yang merupakan Direktur Teknik PT Multi Hexaguna Karya yang sudah hampir enam tahun menjadi buronan kejaksaan pada pertengahan Oktober 2017 lalu.

Saat itu kejaksaan rajin merilis peristiwa penangkapan Arief, mulai dari penangkapan di Kota Bandung hingga dijelaskan ke Lapas Jambi.

"Lalu kenapa penangkapan Gerry justru ada upaya disembunyikan," tanya Frien.

Dalam kasus ini, ada sejumlah tersangka yang sudah ditahan, yakni Toha Maryono, Arief Hidayat, dan Tonggung Napitupulu.

Proyek pengerukan Sungai Batanghari senilai Rp 7,781 miliar diduga fiktif dan menyebabkan kerugian negara Rp 5,3 miliar. Proyek pengerukan alur dangkal tersebut dilakukan di Desa Tebat Patah dan Kecamatan Muarasebo, Muarojambi.

Proyek dikerjakan oleh PT Lince Rumaili Raya (LRR) dengan masa kerja 90 hari, mulai 18 Agustus hingga 16 November 2011. Kemudian masa kerja tersebut diperpanjang selama 25 hari hingga 11 Desember 2011. Meski sudah diperpanjang, namun hingga masa kontrak habis, pekerjaan belum tuntas. [nes]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya