Berita

Eva Kusuma/net

Hukum

Eva Kusuma: Sebel Aku...

JUMAT, 26 JANUARI 2018 | 22:27 WIB | LAPORAN:

Politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari mengklaim akan berani mengikuti proses hukum yang ada jika penyidik memberikan bukti keterlibatannya dalam kasus korupsi proyek di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Pasalnya nama nama Eva disebutkan dalam kesaksian Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia, Esa Fahmi Darmawansyah dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/1) kemarin.

"Saya akan mengikuti proses hukum. Nunggu kerja penyidik aja, ada bukti enggak atas statement persidangan tersebut," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (26/1).


Eva mengatakan bahwa dirinya akan memberikan keterangan yang sejujur-jujurnya jika memang penyidik mampu membuktikan kata-kata yang keluar dari mulut Fahmi pada saat persidangan berlangsung.

Menurutnya tuduhan tersebut sangat tidak mendasar, karena data kekayaannya sudah dilaporkan di LKHPN. Selain itu, dirinya juga berharap kasus tersebut selesai dengan cepat.

"Harapan saya kasus segera selesai, sebel aku ngalami pengadilan media," jelasnya.

Dalam BAP, Fahmi mengatakan, uang Rp 24 miliar itu digunakan untuk mengurus proyek di Bakamla. Lalu, untuk Balitbang PDI Perjuangan Eva Sundari, Komisi I DPR Fayakhun, Komisi XI DPR Bertus Merlas dan Donny Imam Priambodo, Wisnu dari Bappenas, dan pihak di Direktorat Jenderal Anggaran. Fahmi pun juga menjelaskan bahwa uang tersebut diserahkan di Hotel Ritz Carlton Jakarta. [san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya