Berita

Net

Hukum

KPK: Belum Terlambat Bagi Novanto Bongkar Aktor Besar KTP-El

JUMAT, 26 JANUARI 2018 | 12:55 WIB | LAPORAN:

Terdakwa skandal korupsi proyek KTP-el Setya Novanto masih memiliki kesempatan untuk menjadi justice collaborator dengan mengungkap aktor besar di balik proyek senilai Rp 5,8 triliun itu.

Hal itu sebagaimana diutarakan Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya, Jumat (26/1).

"Belum terlambat untuk membuka peran pihak lain kalau memang terdakwa mengetahui ada aktor yang lebih besar pelaku utamanya," jelasnya.


KPK akan mempertimbangkan klarifikasi sangkaan yang diberikan ke Novanto kalau dia benar-benar mengaku dan terbuka.

"Dalam proses hukum akan kami klarifikasi," ujar Febri.

"Sebenarnya dari awal sudah dibuka sejak kami membuktikan ada perbuatan. Sudah kami konfirmasi ke terdakwa," tambahnya.

Walau begitu, sepanjang persidangan Novanto justru tidak menunjukkan konsistensi untuk menjadi seorang JC. Dia malah berkelit dan terus mengaku tidak pernah menerima aliran dana korupsi KTP-el, termasuk menerima jam tangan mewah merek Richard Mille.

"Padahal saksi sejumlah saksi sudah mengatakan demikian dan sudah ada kerja sama luar negeri yang kami lakukan. Ini pasti akan jadi pertimbangan hakim apa terdakwa serius jadi JC, karena JC harus hati-hati," demikian Febri. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya