Berita

Paspor/net

Hukum

Bareskrim Dalami Alamat Email Pemohon Paspor Fiktif

KAMIS, 25 JANUARI 2018 | 19:25 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri masih mendalami soal pemohon 72.000 paspor yang diduga fiktif.

"Masih dalam lidik, kata Kasubdit II Ditsiber kepada Wartawan, Kamis (25/1).

Asep menjelaskan, dalam penyelidikan ini pihaknya juga telah memeriksa petugas Imigrasi yang bertugas dibagiam IT. Kendati demikian, Asep belum bisa menyimpulkan adanya keterlibatan orang dalam alias pihak Imigrasi dalam kasus ini.


"Kita belum bisa menyimpulkan meski sudah ada pemeriksaan, masih kita pelajari dulu. Lagin saya belum bisa ungkapkan lebih lanjut," ujar Asep.
 
Asep meluruskan, pada kasus ini bukan adanya paspor yang dikeluarkan palsu alias fiktif, namun hanya antrian permohonan paspor secara online yang diduga beridentitas fiktif.

"Kan kalau tidak salah kalau mau mengajukan itu misalnya pakai alamat email. Didaftarkan untuk 5 sampai 6 orang. Padahal, sesuai aturan satu email atau pemohon itu hanya bisa mendaftar 5 orang tetapi ini puluhan jadinya sampe ribuan kan," jelas Asep.

Oleh sebabnya, selain memeriksa beberapa saksi, dalam penyelidikan ini Ditsiber juga tengah melakukan pendalaman alamat email yang dipakai untuk mengajukan permohonan paspor tersebut.

Sebelumnya, dari catatan Keimigrasian mencatat ada lonjakan permohonan paspor yang signifikan pada 2017. Angkanya mencapai 3,1 juta permohonan atau naik 61.000 permohonan jika dibandingkan 2016. Setelah ditelusuri, tidak semua permohonan paspor itu benar. Ada lebih dari 72.000 permohonan paspor ternyata fiktif. [san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya