Berita

Eva Kusuma Sundari/Net

Hukum

Eva Kusuma: Saya Tidak Punya Posisi Strategis Di PDIP Dan DPR

KAMIS, 25 JANUARI 2018 | 15:42 WIB | LAPORAN:

. Politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari menyebutkan tuduhan yang dilayangkan kepadanya tidak masuk akal.

Menurut anggota DPR RI ini, dia tidak tahu menahu terkait proyek di Badan Keamanan Laut (Bakamla), dimana dirinya disebut-sebut kecepretan duit.

"Saya tidak pernah mengetahui rencana, diajak rapat, ataupun melakukan lobi-lobi menemui relevant parties," ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (25/1).


Nama Eva disebutkan dalam kesaksian Direktur Utama PT. Melati Technofo Indonesia, Esa Fahmi Darmawansyah dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu kemarin (24/1).

Ketidaktahuannya terkait proyek tersebut dianggap sebagai hal yang masuk akal karena dia tidak dalam posisi yang strategis di DPR termasuk di PDIP.

"Ini masuk akal karena saya tidak punya posisi strategis apapun di partai maupun di DPR (Banggar), kecuali anggota biasa di Komisi XI yang tidak ada kaitannya dengan Bakamla," kilah Eva.

Dari pengakuan Fahmi, dia pernah memberikan uang Rp 24 miliar kepada Staf Khusus Kepala Bakamla, Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi. Uang itu merupakan fee sebesar 6 persen, atas anggaran pengadaan satelit monitoring sebesar Rp 400 miliar.

Jaksa Penuntut Umum KP kemudian membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Fahmi Darmawansyah. Dalam BAP, Fahmi mengatakan, uang Rp 24 miliar itu digunakan untuk mengurus proyek di Bakamla. Lalu, untuk Eva Sundari, Anggota Komisi I DPR dari Golkar Fayakhun, Anggota Komisi XI DPR Bertus Merlas dan Donny Imam Priambodo, Wisnu dari Bappenas, dan pihak di Direktorat Jenderal Anggaran.

Fahmi juga menjelaskan bahwa uang tersebut diserahkan di Hotel Ritz Carlton Jakarta. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya