Berita

Tri Juli Edi Tarigan/Dispen TNI AL

Pertahanan

Korps Marinir Diceramahi Bahaya Hipertensi Dan Diabetes Militus

SELASA, 23 JANUARI 2018 | 07:55 WIB | LAPORAN:

Apa itu diabetes? Pertanyaan ini mengawali ceramah Kesehatan Tentang Hipertensi & Diabetes Militus yang dibawakan oleh dokter Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM), Dr. Tri Juli Edi Tarigan.

"Diabetes dan hipertensi memiliki sifat-sifat fisiologis yang sama, Diabetes dan tekanan darah tinggi memiliki faktor pemicu yang sama ,diabetes dan tekanan darah tinggi cenderung memiliki banyak faktor pemicu risiko. Risiko untuk terjadinya tekanan darah tinggi juga berkontribusi terhadap perkembangan diabetes," jelasnya dalam acara yang berlangsung di Graha Marinir, Cilandak, Jakarta, Senin (22/1).

Acara tersebut dibuka oleh Kasi Kurehab Dinas Kesehatan Korps Marinir, Mayor Laut (K) R.H. Anwar dengan dihadiri segenap prajurit Korps Marinir Wilayah Barat dan Pegawai Negeri Sipil. Tampak pula Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Alike Bambang Suswantono diwakili Kepala Seksi Organisasi (Kasior) Pengurus Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Endang Taryo.


Tri juga menjelaskan seberapa umum hipertensi pada penderita diabetes. Data besar dari studi pada diabetes tipe 1 menunjukkan bahwa 5 persen dari pasien diabetes memiliki tekanan darah tinggi dalam 10 tahun, 33 persen memiliki tekanan darah tinggi dalam 20 tahun, 70 persen memiliki tekanan darah tinggi pada usia 40.

Sementara penelitian diabetes tipe 2, data menunjukkan bahwa hampir 75 persen dari pasien dengan masalah ginjal (komplikasi umum) memiliki tekanan darah tinggi. Pada pasien dengan diabetes tipe 2 tapi yang tidak ada masalah ginjal, tingkat tekanan darah tinggi adalah sekitar 40 persen.

"Secara keseluruhan, jika dirata-ratakan untuk seluruh penderita diabetes dan semua rentang usia, sekitar 35 persen dari semua orang dengan diabetes memiliki tekanan darah tinggi," imbuhnya.

Mengingat begitu bahayanya penyakit ini maka perlu deteksi dini. "Pengobatan penyakit diabetes dengan melakukan pemeriksaan gula sesuai petunjuk dokter, diet atau pola makan yang seimbang, disiplin minum obat, mencatat dan mengevaluasi hasil tes gula darah dengan catatan harian," urainya.

Di akhir acara, segenap PNS diimbau untuk mengecek cek gula darah secara gratis oleh petugas yang sudah disediakan.[wid]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya