Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan enggan menanggapi lebih jauh soal tuntutan ratusan sopir angkot yang berdemo di depan Balai Kota yang meminta akses Jalan Jati Baru Raya di Pasar Tanah Abang dibuka kembali sebagaimana mestinya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini hanya mengatakan hal itu bakal dibicarakan lebih lanjut dengan cara yang lebih baik dan kepala dingin.
"Nanti diobrolin. Kita bicarakan baik-baik," katanya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/1).
Siang tadi, para sopir angkot mengeluhkan kebijakan penataan Pasar Tanah Abang. Dimana Pemrov DKI menutup sebagian ruas Jalan Jati Baru Raya untuk digunakan sebagai tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL) dari pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB. Para sopir angkot dan warga sekitar pun terpaksa harus mencari jalan alternatif.
Para sopir angkot pun mengeluhkan soal adanya Bus Transjakarta gratis alias Tanah Abang Eksplorer yang ditengarai juga menjadi salah satu penyebab dari berkurangnya penghasilan mereka. Terkait itu, Anies menegaskan bahwa kebijakan itu diambil demi kepentingan yang lebih besar.
"Ya kita harus lihatnya besar, jangan kecil. Kita paham aspirasinya dan nanti kita coba bicarakan," ujarnya.
Kebijakan Anies dalam menutup sebagian akses jalan di Pasar Tanah Abang memang menuai pro kontra, tidak hanya dari para sopir angkot, warga Jati Baru Jakarta Pusat dan Ditlantas Polda Metro Jaya pun sempat menentang kebijakan yang mereka nilai justru menambah kemacetan itu.
Ada pula pihak yang menilai Anies sudah melanggar Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum Pasal 27 yang mengatur soal penggunaan jalan hanyalah bagi pengendara, bukan pedagang.
Terkait semua tentangan itu, Anies berdalih bahwa kepemimpinannya yang baru seumur jagung sesungguhnya masih dalam masa transisi yang memang butuh banyak penyesuaian.
"Kalau masa transisi, ekuilibrium baru ya keseimbangan baru. Selalu ada penyesuaian-penyesuaian. Jadi apapun yang namanya keseimbangan baru pasti ada penyesuaian dan ini fase penyesuaian, nanti kita lihat. Jangan buru-buru," demikian Anies.
[san]