Berita

Anies/RMOL

Nusantara

Kantornya Digruduk Ratusan Sopir Angkot, Anies: Kan Masih Masa Transisi

SENIN, 22 JANUARI 2018 | 21:18 WIB | LAPORAN:

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan enggan menanggapi lebih jauh soal tuntutan ratusan sopir angkot yang berdemo di depan Balai Kota yang meminta akses Jalan Jati Baru Raya di Pasar Tanah Abang dibuka kembali sebagaimana mestinya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini hanya mengatakan hal itu bakal dibicarakan lebih lanjut dengan cara yang lebih baik dan kepala dingin.

"Nanti diobrolin. Kita bicarakan baik-baik," katanya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/1).


Siang tadi, para sopir angkot mengeluhkan kebijakan penataan Pasar Tanah Abang. Dimana Pemrov DKI menutup sebagian ruas Jalan Jati Baru Raya untuk digunakan sebagai tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL) dari pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB. Para sopir angkot dan warga sekitar pun terpaksa harus mencari jalan alternatif.

Para sopir angkot pun mengeluhkan soal adanya Bus Transjakarta gratis alias Tanah Abang Eksplorer yang ditengarai juga menjadi salah satu penyebab dari berkurangnya penghasilan mereka. Terkait itu, Anies menegaskan bahwa kebijakan itu diambil demi kepentingan yang lebih besar.

"Ya kita harus lihatnya besar, jangan kecil. Kita paham aspirasinya dan nanti kita coba bicarakan," ujarnya.

Kebijakan Anies dalam menutup sebagian akses jalan di Pasar Tanah Abang memang menuai pro kontra, tidak hanya dari para sopir angkot, warga Jati Baru Jakarta Pusat dan Ditlantas Polda Metro Jaya pun sempat menentang kebijakan yang mereka nilai justru menambah kemacetan itu.

Ada pula pihak yang menilai Anies sudah melanggar Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum Pasal 27 yang mengatur soal penggunaan jalan hanyalah bagi pengendara, bukan pedagang.

Terkait semua tentangan itu, Anies berdalih bahwa kepemimpinannya yang baru seumur jagung sesungguhnya masih dalam masa transisi yang memang butuh banyak penyesuaian.

"Kalau masa transisi, ekuilibrium baru ya keseimbangan baru. Selalu ada penyesuaian-penyesuaian. Jadi apapun yang namanya keseimbangan baru pasti ada penyesuaian dan ini fase penyesuaian, nanti kita lihat. Jangan buru-buru," demikian Anies. [san]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya