Berita

Andri Ansyah/Net

Nusantara

Sopir Angkot Tuntut Gubernur Anies Pecat Andri Ansyah

SENIN, 22 JANUARI 2018 | 15:31 WIB | LAPORAN:

. Dugaan perilaku koruptif oknum petugas Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta diungkapkan oleh para sopir angkot.

Dugaan itu disampaikan oleh salah satu sopir angkot, Mikrolet M 08 Tanah Abang-Kota, Abdul Rasyid saat berdemo bersama ratusan pengemudi angkot lainnya, di depan Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/1).

Dia menjelaskan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI, hanya ada 213 yang boleh beroperasi di Pasar Tanah Abang. Namun pada kenyataannya, ada lebih dari 350 angkot yang hilir mudik di sana. Artinya ada lebih dari 100 unit angkot yang 'bodong'. Hal itulah menurutnya yang menyebabkan kemacetan para di kawasan pasar grosir terbesar se Asia Tenggara itu.


"Pembludakan angkot ada di jalan bukan kesalahan supir, tapi kesalahan Dinas Perhubungan," tegasnya dalam orasinya.

Dia menduga, ada praktik koruptif yang dilakukan oleh oknum Dishub DKI. Yang mana dengan membayarkan sejumlah uang, angkot bodong itu tidak perlu mendaftar secara resmi, namun sudah boleh beroperasi.

Dia pun meminta aparat berwenang untuk turun ke lapangan dan mengecek kebenaran dugaan perilaku menyimpang tersebut.

"Saya minta semua anggota (pihak berwenang) tolong ini diselidiki. Periksa satu-satu. Kemana trayek yang bodong itu masuknya. Kas negara atau perut mereka. Jadi jangan kambinghitamkan sopir," ujarnya.

Jika terbukti ada penyimpangan, menurut dia, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan harus segera memecat Andri Ansyah dari jabatn Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI.

"Kalau bersalah, negara ini negara hukum. Barang siapa yang makan duit izin trayek jadi usaha, harus diganti. Tidak ada kompromi," tegasnya lagi.

Keberadaan ratusan angkot bodong itu kata dia merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pendapatan sopir angkot resmi penghasilannya semakin berkurang.

"Saya ini taat pajak Pak. Bukan orang koruptor. Saya hanya mencari sesuap nasi. Hanya itu aja," pungkasnya menyesalkan.

Ratusan sopir angkot yang biasa beroperasi di daerah Tanah Abang menggeruduk Balaikota DKI Jakarta, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin.

Pemrov DKI Jakarta menutup sebagian ruas Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang untuk digunakan sebagai tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL) dari pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB. Para sopir angkot dan warga sekitar pun terpaksa harus mencari jalan alternatif. Kebijakan ini diambil Pemrov DKI karena mau menata kawasan Pasar Tanah Abang. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya