Berita

Arrmanatha Nasir/Net

Wawancara

WAWANCARA

Arrmanatha Nasir: Terkait Persiapan Pemilu 2019, Kemlu Akan Evaluasi Data Pemilih Di Sejumlah Negara

SENIN, 22 JANUARI 2018 | 09:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tinggal satu tahun lagi. Berbagai persiapan sudah mulai dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), termasuk me­nyiapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT), baik bagi warga neg­ara Indonesia yang ada di da­lam maupun di luar negeri. Beberapa waktu lalu, KPU danKementerian Luar Negeri (Kemlu) menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang penyelenggaran pemilu di luar negeri.

Disepakati akan dibentuk kel­ompok kerja bersama Kemlu dan KPU serta panitia pemilihan luar negeri di 129 negara perwakilan di luar negeri. Diperkirakan terdapat 3 juta WNI yang ter­daftar berada di luar negeri. Pada 2014, sekitar 2 juta WNI di luar negeri terdaftar sebagai pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Presiden 2014. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 ribu WNI menggunakan hak pilihnya.

Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan, salah satu perha­tian utama yang akan diberikan adalah upaya kalibrasi data pemilih. Pada pemilu 2014 lalu KPU bersama Kemlu sudah menjalankan beberapa inovasi untuk memudahkan pemilih di luar negeri untuk menggunakan hak pilihnya, di antaranya adalah pengiriman surat suara melalui pos dan drop-box. Inovasi-inovasi tersebut akan dilanjut­kan untuk Pemilu 2019.


Juru Bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir menjelaskan tindak lanjut dari kesepakatan persiapan Pemilu 2019. Tata- sapaan akrab Arrmanatha, juga menyampaikan soal kerjasama Indonesia-Amerika Serikat di bidang pertahanan serta sikap Indonesia terhadap Parlemen Uni Eropa yang mengesahkan rancangan proposal penghapusan penggunaan kelapa sawit sebagai biodiesel. Berikut pernyataan Tata;

Beberapa waktu lalu Kemlu dan KPU menandatangani MoU terkait persiapan Pemilu 2019. Sampai saat ini ba­gaimana kesiapan Kemlu?

Kami akan bekerja sama den­gan KPU dan Bawaslu dalam pelaksanaan Pemilu 2019 untuk WNI di yang tinggal di luar negeri. Kemlu akan melakukan evaluasi di sejumlah negara terkait pelaksanaan pemilu di tahun sebelumnya.

Detailnya seperti apa?
Detailnya (persiapan) nanti kita lihat, kita akan adakan kunjungan beberapa tempat di mana tahun lalu masih ada kekurangan dan lain sebagainya. Tentunya (kekurangan) itu yang lagi dibahas oleh tim di Kemlu, KPU maupun Bawaslu.

Sudah ada pembicaraan lanjutan antara Kemlu dengan KPU terkait data pemilih di luar negeri itu?

Beberapa saat yang lalu kita sudah menandatangani MOU dengan KPU, terkait dengan sinkronisasi data WNI yang ada di luar negeri. Proses selanjutnya adalah kami akan menyerahkan kepada KPU data-data yang WNI di luar negeri yang dapat ikut pemilu.

Ada kendala dalam me­nyinkronkan data pemilih?

Sejauh ini tidak ada. Pasalnya kerjasama ini bukan hal yang baru buat Kemlu. Namun meski sudah berulang kali dilaksana­kan, tetap perlu ada evaluasi pelaksanaan pemilu sebelumnya di luar negeri.

Apa hasil evaluasi dalam proses sinkronisasi data pemi­lih di luar negeri itu?
Yang jelas kami melihat aspek-aspek apa yang kurang dari pemi­lu sebelumnya, maka hal itu yang harus kami tingkatkan. Nantinya juga apa yang harus ditambahi. Akan tetapi hal ini semua sudah kami persiapkan kok.

Soal lain. Terkait pertemuan Menteri Pertahanan Indonesia dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, apa yang akan dibahas?
Ya, tentang pembahasan mod­ernisasi alutsisa dan memerangi terorisme, kejahatan transna­sional, dan beberapa isu terkait pengembangan kawasan Indo-Pasifik yang damai, adil, dan sejahtera melalui kerjasama yang inklusif dan terbuka.

Maksudnya akan ada jual beli alutsista?

Mengenai alutsista, detailnya harus ditanya dengan Menteri Pertahanan. Tapi kan selama ini Indonesia dalam proses mod­ernisasi alutsista. Artinya tidak hanya dengan Amerika tetapi juga dengan negara-negara lain yang memiliki kerjasama per­tahanan.

Ada pembahasan terkait isu Amerika Serikat yang beren­cana memerangi Korea Utara dengan waktu terbatas?

Tentu kami masih lihat dulu apa yang disampaikan nanti oleh Menteri Pertahanan Amerika. Kami ingin mendengar apa rencana dan strategi mereka dan kami akan menyampaikan pandangan terkait Korea Utara. Kami juga ingin melihat pan­dangan mereka tentang kondisi saat ini.

Oh ya beberapa waktu lalu parlemen Uni Eropa meng­hapus penggunanaan kelapa sawit sebagai biodiesel. Apakah kebijakan tersebut akan ber­pengaruh besar terhadap Indonesia?
Kami memang menyesalkan hal ini. Akan tetapi selanjutnya Menteri Luar Negeri Bu Retno akan berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Uni Eropa untuk menyampaikan pandangan mengenai kelapa sawit terhadap seluruh eropa.

Apakah ini bisa dikatakan penjegalan terhadap produk Indonesia?
Kami melihat ini masih ada kampanye hitam terhadap produk kelapa sawit. Keputusan Uni Eropa adalah langkah pro­tektif dan menutup diri.

Selain itu, hal ini juga tidak mendukung upaya masyarakat internasional mewujudkan pem­bangunan yang berkelanjutan. Padahal produk kelapa sawit itu sangat penting bagi Indonesia, utamanya bagi pengentasan kemiskinan.

Artinya terdapat kekeliruan soal keputusan Uni Eropa?
Keputusan Uni Eropa tidak se­suai dengan tujuan diversifikasi energi yang sedang dicanangkan dunia. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya