Berita

Net

Nusantara

Hari Pejalan Kaki Nasional, Pemerintah Disinggung Soal Fasilitas

SENIN, 22 JANUARI 2018 | 07:09 WIB | LAPORAN:

Koalisi Pejalan Kaki (KoPK) akan menggelar aksi damai memperingati enam tahun tragedi Afriyani di Kawasan Tugu Tani, Jakarta, Senin (22/1).

Koordinator KoPK Alfred Sitorus menjelaskan, hingga saat ini Indonesia masih mengalami darurat pejalan kaki. Data yang dihimpun, terdapat sekitar 19.337 orang dari kelompok pejalan kaki yang diberikan santunan oleh Jasa Raharja.

"Di laporan buku launching Jasa Raharja ada kelompok pejalan kaki yang disantuni sekitar 19.337, dalam artian bahwa Jasa Raharja mengkover santunan untuk kecelakaan. Jadi, kalau dikalkulasi ada 19 ribu itu pejalan kaki menjadi korban kecelakaan di Indonesia setiap tahun, berarti ada 53 korban kecelakaan yang mengakibatkan pejalan kaki menjadi korban," paparnya kepada Kantor Berita Politik RMOL.


Menurut Alfred, di Jakarta, fasilitas infrastruktur untuk pejalan kaki seperti trotoar, zebra cross, dan jembatan penyebrangan orang hampir seluruhnya kurang layak digunakan.

"Melihat dari sisi infrastruktur, kita mengerucut di Jakarta. Kita masih melihat keprihatinan, kurang lebih masih 80 persen lebih fasilitas infrastruktur kurang laik dipergunakan oleh para pejalan kaki, dan khususnya disabilitas," paparnya.

Untuk itu, pemerintah diminta lebih bisa memperhatikan pembangunan fasilitas bagi pejalan kaki. Yang sampai saat ini kerap direbut oleh para pengendara sepeda motor dan pedagang.

"Kami mendorong pemerintah untuk lebih banyak lagi kemauan politiknya baik dari eksekutif, legislatif untuk menganggarkan lebih masif. Penggangaran untuk pembangunan fasilitas untuk pejalan kaki seperti trotoar, zebra cross, JPO. Di situlah sebenarnya keadilan untuk pejalan kaki," imbuh Alfred.

Afriyani sendiri merupakan pengendara mobil Xenia yang menabrak sembilan pejalan kaki hingga tewas di Kawasan tugu Tani pada 22 Januari 2012. Koalisi Pejalan Kaki kemudian menetapkan tanggal itu sebagai Hari Pejalan Kaki Nasional. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya