Berita

Net

Nusantara

Mendag Benar-benar Tidak Punya Data Stok Beras

MINGGU, 21 JANUARI 2018 | 22:14 WIB | LAPORAN:

Komisi VI DPR menyayangkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang sama sekali tidak punya data ketersediaan beras nasional, sebelum memutuskan untuk impor.

Untuk jenisnya saja, Enggar tidak memiliki spesifikasi beras yang akan didatangkan dari Vietnam dan Thailand sebanyak 500 ribu ton pada akhir bulan ini. Di mana, awalnya akan mengimpor beras jenis khusus kemudian diganti menjadi beras umum.

Fakta tersebut terungkap saat Wakil Ketua Komisi VI Azam Asman Natawijaya mempertanyakan maksud dari jenis beras khusus dalam rapat kerja bersama jajaran Kemendag dan Bulog yang digelar pekan ini.  


"Beras khusus itu beras apa," tanya Azam.  

"Beras dalam katagori untuk kepentingan lainnya, sesuai Permendag 1/2018," jawab Enggar.

Namun kemudian, Enggar menjelaskan bahwa kebijakan impor beras khusus dibatalkan dan diganti beras umum dengan Bulog sebagai pemegang hak impor.

"Pada waktu yang lalu dalam kaitan impor ini (beras khusus), sekarang beras umum. Itu sudah masa lalu," paparnya.

Azam pun mencecar kebijakan impor yang tidak memiliki dasar lain. Kemendag pada awalnya akan mengimpor beras khusus padahal yang dibutuhkan masyarakat adalah beras umum.

"Kenapa tidak impor beras umum saja, kenapa dibunyikan beras khusus. Bukan jadi atau tidak jadi, kemudian berubah lagi," katanya.

Enggar pun hanya bisa diam lantaran tidak memiliki jawaban untuk menjelaskan. Kembali dia mengulang pernyataan sebelumnya bahwa impor bertujuan untuk intervensi pasar sebagai upaya pengendalian harga di tingkat konsumen.

"Kami maksudnya mau intervensi pasar, dengan harga Rp 9450 bisa terkendali. Dalam rakor diputuskan penugasan kepada Bulog untuk impor beras umum, untuk stabilisasi harga dan cadangan beras," kilahnya 

Azam kembali menyayangkan bahwa Kemendag tidak bisa menyampaikan data gudang pangan di seluruh Indonesia kepada Komisi VI, sebagaimana diatur dalam UU 7/2014 tentang Perdagangan.

"Sejak dulu saya minta tapi bapak (mendag) tidak punya data, bagaimana bisa mengambil keputusan. Data gudang seluruh Indonesia harus diregistrasi termasuk isinya, kecuali gudang yang di pelabuhan untuk ekspor," imbuhnya. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya