Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang, sedang melakukan proses pencocokan dan penelitian (Coklit) terhadap data daftar pemilih potensial peserta pemilu (DP4) dari tanggal 20 Januari sampai 18 Februari mendatang.
Komisioner KPU Karawang, Adam Bachtiar mengatakan, tujuan utama Coklit untuk menyusun dan memperbaiki daftar pemilih agar mendapatkan data yang akurat pada pelaksanaan Pilkada 2018. Data itu kemudian bisa menjadi dasar untuk menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.
"Ini merupakan langkah awal memperbaiki data pemilih di pilkada 2018 dan pemilu 2019. Sebab kami menggunakan program sitagis Jabar yang diakses melalui HP android. Jadi laporan coklit yang dilakukan oleh petugas PPDP bisa lebih riil,†katanya seperti diberitakan RMOLJabar.com, Minggu (21/1).
Menurut dia, aplikasi Sitagis Jabar harus mencantumkan foto dan juga letak kordinat pencoklitas dengan TPS dan nama petugas PPDP-nya. Dengan cara ini diharapkan pendataan bisa riil sesuai kondisi lapangan.
Dijelaskan, saat ini jumlah DP4 di Karawang sebanyak 1.561.840 jiwa dan petugas PPDP sebanyak 3.020 orang dibantu dengan PPS (Panitia Pemungutan Suara) sebanyak 927 orang se-Karawang.
Teknis pelaksanaan program ini dengan cara mengerahkan petugas panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP) ke rumah warga secara door to door. Tugas utama personil PPDP ialah mencocokan data di satu keluarga dengan data DP4 guna mendapatkan data pemilih tetap.
"Petugas PPDP kita akan mendata warga yang ada di 309 desa/kelurahan yang ada di Karawang. Jadi kami mohon masyarakat juga ikut membantu petugas kami dalam melakukan pendataan,†jelasnya.
Tak hanya itu, lanjutnya, petugas PPDP diharuskan mendata masyarakat yang sudah memiliki hak pilih namun belum terdaftar. Ia juga ditugaskan sebagai agen KPU untuk mendidik masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan umum.
"Kami berharap partisipasi masyarakat pada pelaksanaan pemilihan bisa lebih baik dari pilkada sebelumnya,†katanya.
Adam menegaskan agar masyarakat turut aktif dan bersiap guna menyambut program ini. Ia meminta agar koordinasi antara petugas PPDB dan masyarakat di sekitarnya dijalin agar program ini berjalan lancar.
"Pemilih harus siap-siap, jangan pas petugas datang, dia lagi pergi. Makanya perlu petugas PPDP dan pemilih bisa berkomunikasi kapan bisa bertemu," tandasnya.
[sam]