Berita

Net

Nusantara

Anies Perlu Kaji Ulang Kemanfaatan Becak

SABTU, 20 JANUARI 2018 | 20:52 WIB | LAPORAN:

. Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna mempersoalkan dasar kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengoperasikan becak di ibukota.

"Perlu diketahui bahwa becak itu adalah moda transportasi yang sudah lama dilarang di Jakarta. Ketika ada kebijakan, ada keputusan, yang dilihat itu apa dasarnya, apa alasannya. Apakah becak memang menjadi solusi terkait lapangan kerja, solusi menolong skelompok warga yang tidak mampu, atau solusi membantu ibu-ibu dan sebagainya," ujar dia kepada wartawan, Sabtu (20/1).

Yayat menuturkan Anies terlebih dahulu perlu mengkaji ulang pemanfaatan becak sebagai moda transportasi di Jakarta, bukan hanya sekedar ingin membuka lapangan pekerjaan. Malah saat ini kehadiran transportasi online lebih diminati ketimbang becak.


"Baru nanti harus ada kajian yang menunjukkan apakah becak ini betul-betul menolong tidak terkait mereka yang tidak mampu, karena dalam prakteknya peminatnya juga berkurang. Coba tanya masih ada gak anak muda mau jadi tukang becak, mendingan tukang ojek, lebih gagah, duitnya lebih banyak, lebih cepat, udah ada online," lanjutnya.

Selain itu, menurut Yayan, kembali beroperasinya becak akan menimbulkan permasalahan antara ojek pangkalan dan online.

"Dia mau ditempatkan di lingkungan, maka harus ada zonasinya. Ketika zonasi ditempatkan becak ini berapa jumlahnya, karena bukan apa-apa ketika becak dibolehkan harus dipertimbangkan dia harus bersaing dengan ojek online. Dia harus bersaing dengan ojek pangkalan," paparnya.

"Becak harus juga punya pangkalan, kalau dia punya pangkalan, bisa berantem dengan ojek pangkalan, pun dengan ojek online. Misalnya online gak boleh masuk sini, ini zonanya becak, padahal masyarakat butuh online," tutupnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya