Berita

Membeku di perjalanan Menuju Lebanon/Al Jazeera

Global

Sembilan Pengungsi Tewas Membeku Di Perbatasan Lebanon-Suriah

SABTU, 20 JANUARI 2018 | 14:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tentara Lebanon menemukan ada setidaknya sembilan jasad manusia yang mati beku di daerah pegunungan dekat perbatasan dengan Suriah. Mereka merupakan pengungsi Suriah yang hendak menyeberang ke Lebanon melewati gunung yang tengah bersalju.

Pihak militer mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mayat tersebut ditemukan di rute penyelundupan manusia pada dini hari pada Jumat (19/1) setelah badai salju menimpa daerah Masnaa, di mana perbatasan resmi Lebanon yang berseberangan dengan Suriah.

"Tentara menyelamatkan enam orang Suriah yang mengungsi, yang satu di antaranya meninggal kemudian di sebuah rumah sakit karena radang dingin," kata pernyataan tersebut.


"Mayat tersebut dibawa ke rumah sakit di daerah tersebut, dan tentara terus mencari orang-orang terlantar lainnya yang terperangkap di salju, untuk mengevakuasi mereka dan memberikan perawatan medis untuk mereka," sambungnya.

Identitas pengungsi Suriah tidak segera diketahui. Menurut beberapa laporan, setidaknya satu anak ditemukan di antara mayat tersebut. Dua warga Suriah lainnya ditangkap dan dituduh melakukan penyelundupan manusia.

Di wilayah perbatasan Lebanon-Suriah suhu mengalami penurunan karena musim dingin melanda dan salju yang turun. Hal itu membuat lebih dari 357.000 pengungsi Suriah tinggal di tenda sementara di Lembah Bekaa, sekitar 60 km utara Masnaa berada dalam kondisi yang lebih sulit.

Saat ini tercatat setidaknya ada satu juta pengungsi Suriah yang terdaftar di Lebanon, meskipun pejabat pemerintah memperkirakan bahwa jumlahnya mendekati 1,5 juta.

Badan pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan bahwa pihaknya tidak mendapatkan uang yang dibutuhkan untuk membantu pengungsi Suriah di Lebanon melalui musim dingin yang keras lainnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya