Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pemerintah AS Resmi Ditutup Pasca Senat Tolak Pendanaan

SABTU, 20 JANUARI 2018 | 13:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi tutup pada tengah malam pada hari Jumat (19/1) waktu setempat setelah Demokrat dan Republik gagal mencapai kesepakatan pada menit-menit terakhir untuk mendanai operasinya, yang terbagi dalam perselisihan pahit mengenai keamanan imigrasi dan perbatasan.

Dalam sebuah sesi larut malam yang dramatis, para senator memblokir sebuah undang-undang untuk memperpanjang dana pemerintah sampai 16 Februari. RUU tersebut mensyaratkan 60 suara di Senat 100 anggota namun hanya berhasil emngumpulkan 50 suara.

Sebagian besar Demokrat menentang RUU tersebut karena usaha mereka untuk memasukkan perlindungan bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai "Pemimpi", gagal.


Perundingan yang ambruk oleh pemimpin mayoritas Senat Mitch McConnell dan pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer pada menit-menit terakhir sebelum tengah malam tidak berhasil, dan pemerintah Amerika Serikat secara teknis kehabisan uang pada tengah malam.

Penutupan secara resmi dimulai pada hari Sabtu (20/1) yang merupakan hari yang juga menandai satu tahun pelantikan Donald Trump sebagai presiden.

Trump menyalahkan Demokrat atas hal tersebut.

"Malam ini, mereka menempatkan politik di atas keamanan nasional, keluarga militer, anak-anak kita yang rentan, dan kemampuan negara kita untuk melayani semua orang Amerika," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Trump mengatakan tidak akan membahas imigrasi sampai pemerintah bangkit dan berjalan kembali.

"Ketika Demokrat mulai membayar angkatan bersenjata dan responden pertama, kami akan membuka kembali negosiasi mengenai reformasi imigrasi," kata pernyataan tersebut seperti dimuat Reuters.

Sebelum  kesepakatan pendanaan selesai, sejumlah agen federal di seluruh negeri tidak dapat beroperasi, dan ratusan ribu pekerja federal "tidak penting" akan dikenai cuti sementara tanpa bayaran.

Sebagai informasi, Dewan Perwakilan Rakyat yang dikuasai Republikan mengeluarkan sebuah langkah pendanaan pada hari Kamis (18/1), namun langkah itu membutuhkan dukungan setidaknya 10 Demokrat untuk menyampaikan RUU di Senat. Namun dalam pemungutan suara, hanya lima Demokrat yang menyetujui namun dari sisi Republik ada lima orang yang menolak.

Para pemimpin Demokrat menuntut agar tindakan tersebut juga mencakup perlindungan dari deportasi terhadap sekitar 700.000 imigran gelap yang datang ke Amerika Serikat sebagai anak-anak dan dikenal dengan istilah "Pemimpi".

Namun kubu Republik menolak untuk menyertakan perlindungan tersebut, dan tidak ada pihak yang bersedia mundur. McConnell dan Schumer bersikeras mereka masih berkomitmen untuk menemukan kesepakatan yang mengembalikan dana pemerintah sesegera mungkin. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya