Berita

Foto/RMOL

Nusantara

Pembangunan Manusia Tingkatkan Daya Saing Bangsa

SABTU, 20 JANUARI 2018 | 01:30 WIB | LAPORAN:

Pembangunan serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menjadi faktor penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menjelaskan, indeks daya saing Indonesia menurut Global Competiveness Index (GCI) 2017-2018 berada di ranking 36 dari 137 negara.  Karenanya, pembangunan infrastruktur, peningkatan inflasi, dan pertumbuhan ekonomi menjadi kunci meningkatkan daya saing Indonesia.

"Yang menentukan produktivitas sebuah negara adalah bila level kemakmuran yang tinggi dari negara tersebut bisa dicapai. Negara yang lebih kompetitif adalah negara yang lebih mungkin untuk bertumbuh lebih cepat," papar Nasir saat memberi orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-63 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung, Jumat (19/1).


Menurutnya, perubahan dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0 atau revolusi industri dunia ke empat, di mana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Perkembangan internet dan teknologi digital yang masif menjadi era baru dari revolusi industri.

"Era ini juga akan mendisrupsi banyak aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang iptek dan pendidikan tinggi. Contoh, bila kita ingin mengubah model perkuliahan yang biasanya lebih banyak tatap muka kita geser menjadi online dengan memanfaatkan teknologi komputer dan telekomunikasi tetapi dosen masih memainkan perannya menjadi seorang tutor," jelas Nasir.

Dia menambahkan, iptek dan pendidikan tinggi harus dalam daya saing yang baik.

"Bila ingin menjadi universitas kelas dunia tidak perlu harus besar dulu, bahkan kita bisa mulai dari yang kecil," ujar Nasir.

Lanjutnya, terdapat tiga perkara yang harus dikuasai oleh mahasiswa semua jurusan yaitu menguasai Bahasa Inggris, coding dan mentoring. Dengan begitu akan mampu meningkatkan akses relevansi dan mutu pendidikan tinggi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

"Saya ingin SDM di Indonesia punya keterampilan tenaga kerja yang mampu menguasai teknologi digital, agar mampu bersaing di kelas dunia," demikian Nasir. [nes]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya