Berita

Tigor Sitorus/Net

Nusantara

Isu SARA Tidak Laku Di Sumut

KAMIS, 18 JANUARI 2018 | 22:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Sitorus, merasa prihatin dengan banyaknya spanduk yang menolak cagub-cawagub non muslim di Sumatera Utara. Dia menduga spanduk bermotif isu SARA tersebut sengaja dibuat oknum tertentu untuk merusak kerukunan antar umat beragama di Sumut.

"Jangan calon-calon ini membawah isu-isu yang usang yakni isu agama, isu SARA tidak akan mempan di Sumatra Utara. Contoh kasus pernah ada isu Klenteng di Sibolga dan selesai." kata Tigor dalam keterangannya, Kamis (18/1).

Dia mengungkapkan spanduk bermotif isu SARA tersebut antara lain ditemukan di Kota Binjai dan Kabupaten Langkat. Tigor pun mengingatkan penyebaran spanduk tersebut tidak menimbulkan gangguan sebab masyarakat Sumut sudah terbiasa hidup rukun dan tidak mudah terpengaruh dengan cara-cara kotor yang merusak kerukunan antar umat beragama.


"Bertandinglah secara fair, menanglah secara fair dan diterima masyarakat juga secara fair. Jika bertanding secara fair mungkin banyak isu-isu lain selain isu SARA. Misalnya soal program, integritas, track record dan lainnya," papar dia.

Ia juga menjelaskan bahwa dari ketiga pasangan yang maju di pilkada Sumut, didukung oleh partai pendukung pemerintah, sehingga isu SARA harus segera dihentikan sejak dini.

"Presiden Joko Widodo berulang ulang meminta untuk tidak membawa-bawa isu SARA dalam pilkada, maka jelas memalukan membawa-bawa isu SARA itu," kata Tigor.

Tigor pun meminta kepada  Bawaslu Sumut untuk menertibkan spanduk bermotif isu SARA tersebut serta melihat kejadian ini secara objektif, terbuka dan transparan. Dia berpendapat  jika nanti ada pihak yang merasa dirugikan kemudian melaporkan kejadian ini kepada Bawaslu bisa jadi hal ini diproses hukum.

Tigor menuturkan Sumut adalah salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi contoh sebagai tempat hidup rukun antar umat beragama, karena banyak ajaran agama yang ada yakni Islam, Kristen, Katolik, Khong Hu Chu, Buddha dan agama kepercayaan Parmalim. Sumut juga dikenal memiliki keberagaman suku seperti Jawa, Batak, Melayu Nias dan masyarakat keturunan.

Ia menambahkan komposisi masyarakat di Sumut berdasarkan jumlah penganut beragama, mayoritas menganut agama muslim dan terbesar kedua adalah Kristen. Soal kepemimpinan di Sumut 5 tahun kedepan menurut Tigor, yang pas adalah calon kolaborasi dari kedua segmen ini.

"Saya pikir wajar jika cagubnya muslim dan cawagubnya Kristen, artinya mewakili dua kelompok besar tersebut dan komposisi tepat. Tidak usah lagi dipermasalahkan masalah SARA," kata Tigor yang menduga spanduk ini disebar untuk menyerang pasangan Djarot-Sihar Sitorus.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya