Berita

FUKRI/RMOL

Nusantara

FUKRI: Umat Kristiani Harus Menghindari Aksi Kekerasan Selama Pilkada

KAMIS, 18 JANUARI 2018 | 20:29 WIB | LAPORAN:

Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) bakal mendukung penuh gelaran Pilkada serentak tahun 2018 ini. Namun ada beberapa himbauan yang harus diperhatikan oleh semua Umat Kristiani di Indonesia.

Himbaun tersebut disampaikan dalam pernyataan sikap bersama yang dibacakan oleh Sekretaris Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Bidang Sosial Politik, Romo Guido Suprapto di Balai Keselamatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/1).

FUKRI sendiri terdiri dari delapan organisasi kegerejaan. Diantaranya KWI, Persekutuan Gereja-gereja di lndonesia (PGl), Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga lnjili Indonesia (PGLII), Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta lndonesia (PGPl), Persekutuan Baptis lndonesia (FBI), Bala Keselamatan, Gereja Ortodoks Indonesia, dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK).


Dijelaskan Romo Guido, pernyataan sikap diambil karena mereka ingin gelaran pesta demokrasi bisa berjalan dengan baik sehingga eksistensi bangsa ini terus terwujud.

Pertama, FUKRI menilai Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 sangatlah penting. Pasalnya, pemilu merupakan sarana yang sah menurut Undang-Undang untuk memilih calon pemimpin bangsa dan pejabat publik. Makanya, semua warga masyarakat harus ikut berperan dan bertanggungjawab.

"Karena itu proses pemilu harus berjalan dengan baik," tegasnya.

Adapun proses pemilu berjalan dengan baik kata dia ditandai dengan terbukanya peluang bagi setiap warga negara untuk menyatakan hak memilih dan dipilih dalam kontestasi jabatan publik ini. Kemudian tersedianya fasilitas yang memadai dan sama bagi berlangsungnya hubungan pengenalan secara timbal balik antara kontestan dan pemilih. Selanjutnya, terjaminnya proses penentuan pilihan oleh pemilih terhadap konstestan secara langsung, umum, bebas, rahasia, serta jujur dan adil.

Lebih lanjut kata dia, pada Juni tahun 2018 ini, Pilkada akan diselenggarakan secara serentak di 171 daerah, pada tahun 2019 pun akan berlangsung Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Karenanya, menurut dia sangat penting bagi semua warga masyarakat Indonesia untuk berupaya agar Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019 berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, damai dan berkualitas.

"Tidak boleh terjadi kekerasan dalam bentuk apapun, baik secara terbuka maupun terselubung, karena bila kekerasan terjadi, damai dan rasa aman tidak akan mudah dipulihkan," tegasnya.

Karena itu, semua Umat Kristiani harus selalu waspada dan berupaya agar usaha-usaha siapapun yang ingin memecah belah atau mengadu domba demi tercapainya suatu target politik tidak akan terjadi. Nah, hal penting yang harus menjadi perhatian bersama kata dia adalah menghindari penggunaan isu atau sentimen agama sebagai cara dan sarana memperoleh suara atau dukungan.

"Oleh karena itu, menghimbau kepada semua pihak baik sebagai pribadi maupun parpol dan para pendukungnya agar tidak menggunakan isu/sentimen agama dalam kontestasi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 karena selain menciderai semangat demokrasi, juga bisa menimbulkan disharmoni dalam kebersamaan sebagai warga bangsa," tambahnya.

Kedua, lanjut Romo Guido, umat Kristiani haruslah ikut menjaga Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019. Pasalnya kata dia, Pemilu memang sebagai upaya memajukan dan mewujudkan demokrasi, tetapi potensi-potensi persoalan yang menyertainya selalu ada.

"Karena itu, Gereja bersama semua warga negara terpanggil untuk terselenggaranya Pemilu dengan baik dan bermartabat. Sebagaimana bunyi Firman Allah, 'Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu,' (Yer.29:7)," jelasnya.

Romo Guido menekankan jika himbaun dan pernyataan sikap ini bakal disampaikan kepada seluruh gereja yang ada di seluruh Indonesia. [san]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya