Berita

Diaz Hendropriyono/LIPI

Nusantara

Bahaya Tren Individualisme, Ritual Kebangsaan Harus Dimassifkan

KAMIS, 18 JANUARI 2018 | 15:26 WIB | LAPORAN:

Saat ini tren individualisme sudah sangat terlihat di dunia dan kehidupan sehari-hari. Bahayanya dari tren individualisme ini karena tidak sesuai dengan Pancasila yang mengutamakan asas gotong royong.

Tren individualisme juga akan menghambat proses menuju mufakat karena masing-masing orang memikirkan diri sendiri.

Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono menyebutkan, setidaknya ada beberapa hal yang mempengaruhi perubahan budaya ke arah individualisme seperti masuknya arus liberalisme, pertumbuhan ekonomi negara, dan perkembangan teknologi.


Menurut dia, salah satu cara untuk memperkuat rasa kebangsaaan dengan melakukan ritual kebangsaan.

"Contohnya di Thailand setiap pagi dan sore selalu dikumandangkan lagu kebangsaan dan semua masyarakat meresapi lagu kebangsaan tersebut," ucap Diaz saat Obrol Orang Muda: 'Kebangsaan di Masa Milenial' di LIPI, Gedung Widya Graha Lt 6, Jakarta Pusat, Kamis (18/1).

Kemudian narasi agama sebagai pemersatu harus disebarkan, bukan malah dieksploitasi untuk mencapai tujuan politik tertentu.

"Pancasila itu ada lima sila, jangan kita hanya meresapi sila Ketuhanan yang Maha Esa, tapi ingat juga ada sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab dan Keadilan Sosial," tegasnya.

Deputi IPSK-LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti berpendapat, sosial media ketika digunakan dengan baik dan bijak dapat memperkuat identitas bangsa.

"Bukan sebanyaknya mengadopsi budaya luar dan kehilangan identitas bangsa kita," ujar Tri.

Finalis lomba esai, Vito mengatakan, meski sosial media dan platform digital saat ini dinilai membuat masyarakat jadi lebih individualistik, tapi beberapa kasus justru membuktikan seperti pada Ruang Guru yang sukses mengkolaborasikan edukasi bagi para stakeholdernya.

"Media harus kembali kepada hakikatnya sebagai alat untuk mengemukakan pendapat, memberikan hiburan, edukasi dan informasi. Informasi adalah yang paling penting, media harus memberikan informasi yang baik dan sesuai dengan fakta yang terjadi," timpal finalis lomba esai yang lain, Riska.[wid]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya