Berita

Nusantara

Anies: Program Rumah "DP Nol Rupiah" Akan Berlanjut

KAMIS, 18 JANUARI 2018 | 14:17 WIB | LAPORAN:

Pemerintah DKI Jakarta bakal membuka pendaftaran bagi warga Jakarta yang ingin membeli rumah sederhana dalam program "DP 0 Rupiah" pada bulan April mendatang.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, mengatakan, rumah yang disiapkan pemerintah daerah bakal tersedia dua tipe, yakni tipe 36 dan 21, dengan total rumah sebanyak 703 unit. Perumahan yang dibangun di atas tanah 1,4 hektar itu berstatus milik warga.

"Ada 20 lantai dengan 703 unit, 513 unit tipe 36, dan 190 unit tipe 21. Rumah-rumah ini akan diberikan kepada warga yang berpenghasilan di bawah Rp 7 juta. Harga per unit untuk yang tipe 36 adalah Rp 320 juta, dan untuk tipe 21 harganya Rp 185 juta," jelasnya usai peresmian pembangunan rumah program "DP 0 Rupiah" di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis (18/1).


Untuk melancarkan proses pendaftaran, pihaknya akan membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) program "DP O Rupiah".  Skema yang akan mereka pakai untuk proses pembayaran adalah dengan menggunakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dalam bentuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Nantinya warga Jakarta dapat mencicil pembayaran rumah melalui Bank DKI. Besaran cicilan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing warga.

"Betul (dicicil). Nanti akan dibuatkan skema oleh BLUD yang cicilannya 7 tahun, 10 tahun, 15 tahun dan lain lain akan dibuatkan di situ, tidak seragam. Justru dengan cara begitu maka warga bisa mencicil sesuai dengan kemampuan. Harganya seragam tapi cara atau beasar kreditnya bisa diatur seauai dengan kemampuan," jelas Anies.

Lebih lanjut Anies mengatakan bahwa program ini akan berkelanjutan.

"Yang kita lakukan hari ini bukan yang terakhir, tapi yang pertama. Setelah itu di tempat lain ada banyak yang masuk sebagai usulan, untuk dijadikan sebagaiprogram DP Rp 0 rupiah," ujar Anies. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya