Berita

CIA/Net

Dunia

Diduga Bekerja Untuk China, Mantan Perwira CIA Ditangkap Di AS

KAMIS, 18 JANUARI 2018 | 09:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang mantan perwira CIA ditangkap di Amerika Serikat karena tuduhan menyimpan informasi rahasia dalam kasus yang diduga terkait dengan pelumpuhan operasi mata-mata agensi di China.

Dia adalah Jerry Chun Shing Lee, warga negara Amerika Serikat yang dinaturalisasi. Dia ditahan di bandara JFK New York awal pekan ini.

Lee tercatat pernah bekerja untuk CIA antara tahun 1994 dan 2007, saat dia berangkat ke Hong Kong.


Namun kemudian pada tahun 2012 FBI mulai menyelidiki hilangnya agen CIA di China.

Dimuat BBC, dengan mengutip sumber anonim yang terlibat penyidikan mengatakan bahwa penyidik ​​sekarang mencurigai Lee membantu China.

Lee yang juga dikenal sebagai Zhen Cheng Li, bertugas di Angkatan Darat Amerika Serikat dari tahun 1982 hingga 1986.

Dia memulai karir CIA-nya pada tahun 1994 sebagai perwira kasus yang dilatih dalam komunikasi rahasia, deteksi surveilans, perekrutan, dan penanganan dan pembayaran aset (agen atau informan). Dia diberi izin rahasia dan menandatangani beberapa perjanjian non-disclosure.

Ketika Lee meninggalkan CIA pada 2007, sejumlah orang dekatnya mengatakan bahwa Lee meninggalkan agensi tersebut karena merasa tidak puas setelah karirnya meningkat.

Lee kemudian tinggal di Hong Kong dan baru kembali ke Amerika pada tahun 2012 untuk tinggal di Virginia utara.

FBI dalam sebuah investigasi menemukan bahwa dalam dua tahun sebelumnya, sekitar 20 informan atau intelijen Amerika Serikat terbunuh atau dipenjara di China.

FBI menduga ada kaitanya Lee dengan menghilangnya informan Amerika Serikat di China.

Departemen Peradilan Amerika Serikat dalam sebuah keterangan menjelaskan bahwa agen FBI menggeledah kamar hotelnya di Hawaii dan Virginia dan menemukan dua buku kecil berisi catatan rahasia.

Mereka berisi catatan tulisan tangan tentang rincian seperti nama sebenarnya dan nomor telepon dari aset dan pegawai CIA rahasia.

Lee meninggalkan AS pada 2013 setelah ditanyai lima kali oleh agen FBI. Dia tidak pernah menyebutkan kepemilikan buku-buku yang berisi informasi rahasia. Dia baru ditahan pekan ini setelah melakukan kunjungan lagi ke Amerika Serikat.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengatakan bahwa Lee yang kini berusia 53 tahun telah didakwa dengan retensi informasi pertahanan nasional yang tidak sah dan menghadapi hukuman maksimal 10 tahun penjara, jika terbukti bersalah.

Dia belum dituduh melakukan spionase, yang dapat membawa hukuman mati.

Dokumen pengadilan tidak menyebutkan adanya hubungan rahasia antara Lee dan negara China, namun sumber yang dekat dengan penyelidikan tersebut mengatakan bahwa ini dicurigai pihak penyidik. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya