Berita

Foto/Puspen TNI

Pertahanan

KSAU: Prioritas Saya Mempercepat Pengadaan Alutsista

KAMIS, 18 JANUARI 2018 | 04:40 WIB | LAPORAN:

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna bakal melanjutkan program kerja yang telah dirancang Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat menjabat sebagai KSAU.

Salah satunya yakni mempercepat pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU.

Menurut Yuyu, pengadaan Alutsista menjadi prioritas utama. Sebelumnya program ini sempat tertunda setelah Hadi ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Panglima TNI.


"Harapan saya, dalam tiga bulan ini pengadaan alutsista yang tertunda akan saya selesaikan, sebagai contoh Sukhoi SU-35. Saya harap bulan ini bisa tanda tangan kontrak sudah di Kementerian Pertahanan,"  ungkap Yuyu seusai acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/1).

Lebih lanjut Yuyu menjelaskan 11 pesawat tempur Sukhoi SU-35 yang akan didatangkan bakal ditempatkan di Skuadron 14 Lanud Iswahjudi, Magetan untuk menggantikan pesawat tempur jenis F5 yang sudah pensiun.

Menurutnya percepatan pengadaan pesawat tempur buatan Rusia itu akan memperkuat TNI AU dalam melaksanaan tugas.

"Nanti juga ada pengadaan lima radar GCI (Ground Control Intercept) yang tertunda, dua radar pasif, kemudian pesawat tanpa awak ada beberapa. Itu yang akan kami lakukan untuk menambah kekuatan angkatan udara," terang Yuyu.

Di samping itu, Yuyu mengaku dirinya akan berupaya agar postur kekuatan TNI pada 2025 dapat tercapai.

Mengenai kesejahteraan prajurit, Yuyu mengaku akan menjalanka instruksi Panglima TNI mengenai pengadaan rumah bagi prajurit.

"Kalau yang lain masalah tunjangan ataupun gaji, saya akan berusaha, kita audit BPK wajar tanpa pengecualian. Kita harapkan tunjangan atau remunerasi akan naik, artinya akan menambah kesejahteraan. Hanya itu yang bisa saya lakukan," jelas Yuyu.

Pada hari ini, Yuyu juga langsung mendapat kenaikan pangkat setelah dilantik, menjadi Marsekal berdasarkan Keppres Nomor 3/TNI/2018. Sebelum menjadi KSAU, dia menjabat Wakil KSAU. Yuyu juga pernah menjabat sebagai Danlanud Iswahyudi hingga Pangkohanudnas. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya