Berita

Satpol PP/net

Nusantara

Waspadai Penjarah, Anies Minta Satpol PP Jaga Museum Bahari

RABU, 17 JANUARI 2018 | 18:14 WIB | LAPORAN:

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu menegaskan pihaknya bakal menjalankan perintah Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan untuk menjaga benda-benda bersejarah yang dipajang di Museum Bahari.

Untuk itu, Yani Wahyu mengaku bahwa pihaknya sudah mengerahkan 150 persenel Satpol PP untuk menjaga Museum Bahari selama 24 jam. Tugas mereka adalah menjaga areal museum, utamanya Gedung C dan A yang mengalami kebakaran.

“Saya sejak pasca kebakaran, sampai saat ini, telah menjaga 24 jam. Agar barang-barang aman dari tindakan yang negatif, seperti pencurian," kata Yani saat ditemui di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/1).


Kalau ada pihak yang tidak bertanggung jawab bermaksud untuk menjarah barang-barang yang disimpan di museum, dia memastikan bahwa mereka akan ditangkap dan diserahkan kepada pihak kepolisian.

"Karena kan lokasi kebakaran sudah ada garis polisi ya. Tugas Satpol PP adalah menjaga agar jangan sampai ada orang lain masuk. Kita jaga akses masuk. Supaya tidak ada orang yang memanfaatkan situasi ini untuk mengambil benda bersejarah. Kita akan jaga sampai museum ini aman,” jelasnya.

Yani menambahkan ratusan jajarannya tersebut dibagi menjadi tiga sift. Yakni sift pagi, sore dan malam. Masing-masing sift diisi oleh 50 personel Pol PP.  

“Mereka akan bekerja sama dengan petugas keamanan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa penjagaan itu akan terus dilakukan sampai jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) rampung merenovasi bangunan yang rusak.

“Kita akan jaga sampai Disparbud selesai melakukan rehabilitasi,” tuturnya.

Para petugas Satpol PP akan disebar ke seluruh akses masuk museum. Mereka juga akan melakukan pengamanan di lokasi kebakaran agar tidak ada orang tak bertanggung jawab masuk ke dalam tempat kejadian kebakaran. [san]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya