Berita

Net

Nusantara

Pemkot Bekasi Tagih Kontribusi DKI Di Bantar Gebang

RABU, 17 JANUARI 2018 | 06:45 WIB

Pemprov DKI Jakarta belum penuhi janjinya mengucurkan angggaran kepada Pemkot Bekasi untuk pembangunan instalasi pengolahan air limbah di TPST Bantar Gebang senilai Rp 31 miliar.

Padahal, kontribusi anggaran tersebut telah disepakati melalui penandatanganan surat perjanjian kerja sama (PKS) beberapa waktu lalu.

"Kita mendorong dan sudah menyampaikan surat proposal tentang bagaimana cara pengolahan limbah atau water treatment kepada Pemerintah DKI Jakarta. Didalam poin surat perjanjian kerja sama itu salah satunya adalah mengenai kontribusi anggaran," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Luthfi kepada redaksi, Rabu (17/1).


Selama ini, pengolahan air limbah sampah tersebut masih menggunakan teknologi konvensional. Mestinya, dengan APBD yang dimiliki DKI Jakarta sejatinya mampu meminimalisir terjadinya kerusakan lingkungan dari air lindih melalui penerapan teknologi canggih.  

Karena itu, kata Luthfi, pihaknya telah menawarkan kepada Pemprov DKI agar segera membangun sistem water treatment di lokasi TPST Bantar Gebang guna kepentingan masyarakat banyak.

"Air lindih itu sangat berbahaya. Jadi, sebelum air lindih itu dibuang ke Kali Jambe tentunya harus aman dan bersih. Kontribusi anggaran yang kita ajukan senilai Rp 31 miliar itu, untuk kebutuhan pembebasan lahan seluas satu setengah hektar dan menerapkan sistem pengolahan air lindih," jelasnya.

Saat ini, Pemprov DKI telah menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) guna melakukan kerja sama penerapan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPST Bantar Gebang. Namun, sampai saat ini hasil dari kerja sama tersebut belum dapat diimplementasikan.

Karena itu, Pemkot Bekasi berharap agar DKI Jakarta dapat segera menerapkan teknologi pengolahan sampah di TPST Bantar Gebang, mengingat lahan pembuangan sampah milik DKI berada di wilayah Kota Bekasi.

"Sampai sekarang kan, penerapan teknologi yang menggandeng BPPT itu masih sebatas trial atau uji coba. Kami mendorong agar DKI bisa segera menerapkan teknologi tersebut karena ini untuk kepentingan masyarakat luas," tandas Luthfi. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya