Berita

Novanto-Fredrich/net

Hukum

Satu Rutan Dengan Novanto, Fredrich: Saya Enggak Suka Pingpong, Sukanya Nembak

SELASA, 16 JANUARI 2018 | 19:31 WIB | LAPORAN:

Fredrich Yunadi dan Setya Novanto ternyata jarang ngobrol. Meski saat ini sama-sama menjadi penghuni Rutan KPK, keduanya cuma “say hello” kalau enggak sengaja berpapasan di dalam rutan yang berada di kompleks Gedung KPK Jakarta itu.

Hubungan Novanto dan Fredrich memang harmonis saat keduanya sama-sama belum dijerat oleh KPK. Sebagai pendamping hukum Novanto, Fredrich selalu pasang badan. Sampai-sampai KPK menjeratnya dengan sangkaan merintangi penyidikan perkara skandal korupsi proyek e-KTP yang menjerat Novanto.

“Kalau kita kamarnya masing-masing, kan tidak ketemu,” jelasnya usai diperiksa, Selasa (16/1).


“Kalau ketemu kita ‘say hello’, kita tidak mau bicara apa apa,” sambung Fredrich yang tampil mengenakan rompi orange tahanan KPK itu.

Di dalam rutan KPK terdapat berbagai fasilitas tempat para tahanan berinteraksi dengan tahanan lainnya. Ruang angin-angin salah satunya. Di situ para tahanan biasanya diberi kesempatan untuk berolahraga bareng. Olahraganya juga bervariasi. Salah satunya, pingpong yang disukai oleh Novanto.

“Saya enggak suka pingpong. Saya suka nembak, kalo ada lapangan tembak, saya setiap hari latihan,” terang Fredrich.

Selain fasilitas olahraga, Rutan KPK juga menyediakan ruang bersama. Di ruangan yang menyediakan satu unit televisi itu, biasanya para tahanan berkumpul.

“Enggak (nonton bareng Novanto), TV cuma satu, kebetulan saya enggak suka melihat gosip,” jelas Fredrich.

Fredrich hari ini menjalani pemeriksaan lanjutan guna melengkapi berkas perkara tersangka lain di kasusnya, dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutardjo.

Keduanya diduga memanipulasi data medis Setnov agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017 lalu. Selain itu Fredrich ditenggarai telah mengondisikan RS Medika Permata Hijau sebelum Setnov mengalami kecelakaan.

Mereka berdua dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Bripda Nopandri Anggota Polres Katingan Ditemukan Wafat Usai Gerebek Bandar Narkoba

Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:06

GreenBus Pertamina, Ajak Generasi Muda Belajar dari Kampung Hijau Cemara

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:46

Aipda Endang Karyana Gugur usai Tertabrak Tugas di Tol Joglo

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:39

Bank Mandiri Taspen Gelar Appreciation Night Bersama Media di Pantai Sanur

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:10

Kapolri Pimpin Sertijab Enam Kapolda dan PJU Mabes

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:34

Ulang Tahun, Dasco Ucapkan Selamat untuk Nadiem Makarim

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:08

Terus Ada, Ada Terus, BNI Hadirkan Ragam Promo Spesial 80 Tahun Pengabdian

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:44

Partai Demokrat Ajak Publik Terlibat Tentukan Logo HUT ke-25

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:52

Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Ini Jadwalnya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:25

KAI Group Angkut 258,99 Juta Penumpang di Semester I 2026

Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:57

Selengkapnya