Berita

Net

Nusantara

KTNA: Kedaulatan Pangan Tetap Terwujud

SELASA, 16 JANUARI 2018 | 11:56 WIB | LAPORAN:

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional menyatakan bahwa kedaulatan pangan di era Amran Sulaiman selaku menteri pertanian sudah terwujud dalam tiga tahun belakangan.
 
"Sejak 2015 Pak Amran bersama-sama kami, penyuluh, babinsa dan para petani berjuang menjaga kedaulatan pangan. Kini sudah swasembada empat komoditas sekaligus," jelas Ketua Umum KTNA Nasional Winarno Tohir kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/1).

Empat komoditas yang dimaksud adalah aneka cabai, bawang merah, jagung, dan beras.


"Ini kan prestasi yang diraih cepat, tiga tahun," katanya.

Menurut Winarno, tidak adanya impor untuk empat komoditas tersebut menjadi bukti bahwa kedaulatan dan kemandirian pangan tetap terjaga selama tiga tahun ini.

"Faktanya tidak ada impor empat komoditas itu. Bahkan mampu ekspor bawang merah ke beberapa negara tetangga," ujarnya.

Selain itu, petani juga dilihat merasa nyaman bekerja karena relatif tidak ada lagi keluhan terhadap persoalan pupuk, benih, alat mesin, irigasi.

"Kalaupun ada beberapa keluhan tapi masih wajar lah, tidak seperti dulu," kata Winarno.

Terkait rencana Kementerian Perdagangan yang akan mengimpor 500 ribu ton beras khusus, menurut Winarno, sangat membebani menteri pertanian. Dia yakin jika Menteri Amran kurang setuju dengan kebijakan tersebut.

"Ini misal terkait rencana impor, saya tahu persis suasana batin Pak Amran saat ini. Begitu sayang dan cintanya kepada petani dan komitmennya tinggi untuk menyejahterakan petani," paparnya.

Kinerja Menteri Amran selama ini mendapat perhatian dari negara-negara luar. Karena tidak sekadar menjalankan rencana jangka panjang Lumbung Pangan Dunia 2045, namun juga rencana jangka pendek yang sangat strategis, seperti meningkatkan produksi padi, jagung, cabai, bawang merah, bawang putih, kedelai, serta mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia.

"Saya optimis kedaulatan pangan semakin kuat dan aman," imbuh Winarno. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya