Berita

Venezuela/Net

Global

Drama Penangkapan Pilot Pencuri Helikopter, Dua Petugas Tewas

SELASA, 16 JANUARI 2018 | 09:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dua orang petugas tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam operasi polisi untuk menangkap seorang mantan petugas keamanan yang mencuri sebuah helikopter polisi dan menyerang gedung-gedung pemerintah enam bulan yang lalu.

Seorang mantan perwira polisi elit yang juga merupakan seorang pilot, Oscar Perez telah melarikan diri sejak Juni 2017 lalu saat dia dan beberapa kaki tangan yang tidak dikenal mencuri helikopter dan menggunakannya untuk melemparkan empat granat ke Mahkamah Agung di ibukota Caracas dan menembaki Kementerian Dalam Negeri dengan senjata api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Perez sendiri memposting beberapa video dirinya secara online yang menunjukkan luka-luka akibat bentrokan antara dia, beberapa sekutunya dan sebuah pasukan elit Venezuela di pinggiran Caracas.


Dalam cuplikan yang diposting di akun Instagram-nya, Perez mengatakan bahwa dia dan rekan-rekannya dikelilingi dan dijepit oleh penembak jitu polisi di sebuah jalan di El Junquito.

Perez bisa dilihat membungkuk, dengan darah di wajahnya dan senapan mesin di tangan. Di beberapa video, tembakan bisa terdengar.

"Mereka menembaki kami dengan peluncur granat Kami mengatakan bahwa kita akan menyerah tapi mereka tidak mau membiarkan kita menyerah, mereka ingin membunuh kita," kata Perez.

Namun, Kementerian Dalam negeri Venezuela mengatakan bahwa pasukan polisi diserang oleh kelompok Perez saat mereka sedang menegosiasikan sebuah penyerahan diri.

Dikatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kelompok Perez telah mencoba meledakkan sebuah kendaraan yang dilengkapi dengan bahan peledak. Akibatnya dua petugas polisi dan sejumlah kecil mantan rekan perwira tersebut meninggal dalam baku tembak tersebut.

Dalam kejadian itu, otoritas Venezuela berhasil menangkap lima orang. Namun Perez sendiri bukan satu di antaranya dan nasibanya masih belum diketahui.

"Teroris ini, yang dipersenjatai dengan senjata kaliber tinggi, melepaskan tembakan ke petugas yang bertanggung jawab atas penangkapan mereka," kata kementerian tersebut seperti dimuat Al Jazeera. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya