Rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menghidupkan kembali becak di Jakarta mendapat apresiasi.
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan menilai wacana tersebut patut didukung, sebab di beberapa lokasi di Jakarta becak masih beroprasi menjadi pilihan. Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di perumahan.
"Becak itu manusiawi dan ramah lingkungan juga menghidupkan transportasi tanpa motor seperti sepeda. Boleh juga (Becak diberi ruang) asal ada regulasi dan konsisten mengawasinya," kata Tigor dalam dalam pesan elektronik, Senin (15/1).
Lebih lanjut Tigor menjelaskan keberadaan Becak di Jakarta juga bisa menjadi daya tarik wisatawan asing. Ia pernah melihat becak mangkal di depan Gedung Capitol Amerika Serikat sebagai daya tari wisatawan.
Beberapa waktu lalu dirinya pernah melihat becak sebagai alat wisata di kota Paris. Belanda, Sambung Tigor juga mengimport becak dari Indonesia untuk dijadikan alat transportasi wisata. Begitu juga di Malaysia.
Bahkan tidak perlu ke luar negeri, di kota Yogyakarta, becak jadi alat transportasi wisata. tempat hiburan Ancol beberapa tahun lalu juga pernah ada becak sebagai alat transportasi wisata.
Meski begitu, lagi-lagi Tigor mengingatkan agar keberadaan becak harus sejalan dengan arah pembangunan Jakarta sehingga keberadaannya tidak menambah kesemrawutan jalan Ibukota.
"Jadi tinggal bagaimana Pemprov DKI Jakarta meregulasi dan mengawasinya agar keberadaan becak bisa memberi layanan yang aman, nyaman, tidak semrawut serta tidak terkendali," tutup Tigor.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat bicara soal rute becak di Jakarta. Namun wakilnya, yaitu Sandiaga Uno, masih akan mengklarifikasi soal itu.
Wacana mengenai adanya rute untuk becak ini diungkapkan Anies saat meluncurkan program Community Action Plan (CAP) pada Minggu (14/1/2018).
Menurut Anies, saat ini masih ada kebutuhan akan becak, salah satunya untuk mengangkut ibu rumah tangga berbelanja di pasar. Anies mengklaim keberadaan becak merupakan bagian dari program CAP.
[nes]