Berita

Foto/Net

Dirjen Binwas Naker Periksa Kelayakan Konstruksi Dan Standar Keselamatan

Selasar Mezzanine BEI Ambruk
SENIN, 15 JANUARI 2018 | 22:41 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Senin (15/1) siang, publik dikejutkan dengan ambruknya selasar lantai Mezzanine Tower 2 Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Akibat peristiwa itu banyak orang terluka.

Selain polisi yang bertindak cepat untuk memeriksa apakah ada unsur pidana dalam kejadian itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga bergerak sigap.

Kemnaker berkepentingan apakah ada pelanggaran atas kelayakan konstruksi dan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang pengawasannya menjadi kewenangan Kemnaker.


Direktur Jendral Pembinaan Pengawasan dan K3 (Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Irjen Pol. Sugeng Priyanto, mengatakan telah mengirimkan tim untuk memulai pemeriksaan.

"Ada gedung yang runtuh tadi siang di BEJ. Di lokasi memang sudah di pasang police line oleh petugas polisi, sesuai prosedurnya. Jadi, kita mencoba mencari informasi dan keterangan, ya memang belum maksimal ya, belum mendapat keterangan yang lengkap sebab-sebab runtuhnya bangunan itu,” ungkap Sugeng.

Menurut, Sugeng bahwa data sementara tercatat  sebanyak 77 korban luka-luka yang telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Laporan yang saya terima ada 77 yang luka-luka, saya belum mendapat laporan ada yang meninggal dunia,” jelas Sugeng.

Langkah selanjutnya yang akan diambil terkait peristiwa ini yaitu akan dilakukan pemeriksaan lebih dalam terkait penyebab terjadinya bencana ini.

“Nanti dilihat kasus ini, terutama sebab-sebab runtuhnya bangunan tersebut. Apakah ini force majeur, karena bencara, atau ada kesalahan konstruksi, akan di cek oleh ahlinya. Nanti kalau memang ada ditemukan karena hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan, bisa saja dilakukan proses hukum, diteliti siapa yang bertanggung jawab dan seterusnya,” ungkap Sugeng.

Namun tindakan selanjutnya tersebut baru bisa ditentukan setelah dilakukan pemeriksaan dan penelitian yang lebih mendalam terkait penyebab dari ambruknya lantai mezzanine tersebut.

“Tapi semua ini harus diteliti dulu, mengapa bisa ambruk. Nanti yang akan tau ahli-ahli konstruksi, akan dianalisa sebab-sebab itu,” tambah Sugeng.

Sementara, Cushman and Wakefield selaku pengelola gedung BEI ini juga mengatakan belum bisa memberikan keterangan lebih rinci terkait force majeur tersebut.

“Kami sangat menyayangkan atas kejadian ini, tiba-tiba lantai runtuh, sehingga menyebabkan korban,” kata Farida Riyadi, Director of Cushman and Wakefield Indonesia. [dzk]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya