Berita

Hassan Rouhani/Net

Dunia

Gagal Batalkan Perjanjian Nuklir, Presiden Iran "Ejek" Trump

SENIN, 15 JANUARI 2018 | 14:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Iran Hassan Rouhani "mengejek" Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena gagal mengakhiri kesepakatan nuklir Iran meskipun ada janji kampanye 2016.

"Sudah satu tahun sejak Trump mencoba membunuh JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action atau Rencana Aksi Komprehensif Bersama) dan belum berhasil, ini berarti kemenangan hukum atas kediktatoran," kata Rouhani pada hari Minggu (14/1).

"Saya sangat senang melihat bahwa Gedung Putih telah gagal untuk mengganggu kewajiban internasional, melanggar kesetiaan dan menentang resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang merupakan hasil kesepakatan di antara tujuh negara," sambungnya seperti dimuat Press TV.


Pernyataanya itu dibuat setelah Trump pada Jumat (12/1) menandatangani dokumen untuk menahan beberapa sanksi terhadap Iran yang ditangguhkan, yang pada dasarnya menjaga kesepakatan nuklir tersebut berlaku.

Presiden Amerika Serikat memang memiliki kewajiban untuk menandatangani dokumen tersebut setiap beberapa bulan di bawah JCPOA tersebut. JCPOA sendiri adalah sebuah perjanjian yang diperantarai pada tahun 2015 yang mewajibkan Iran untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan pelonggaran sanksi.

Meski menjaga kesepakatan tetap utuh, Trump tetap mengumumkan sanksi terpisah baru-baru ini terhadap 14 individu dan entitas Iran pada saat bersamaan. Diantaranya adalah kepala pengadilan Iran, Ayatollah Sadeq Amoli Larijan. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya