Berita

Pangeran Alwaleed/Net

Dunia

Pangeran Alwaleed Negosiasikan Pembebasannya Dengan Pemerintah Saudi

SENIN, 15 JANUARI 2018 | 13:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pangeran Saudi yang juga merupakan salah satu orang terkaya di dunia, Alwaleed bin Talal saat ini dikabarkan tengah menegosiasikan persyaratan penyelesaian dengan pemerintah Saudi untuk pembebasannya.

Cucu raja Saudi pertama, yang telah diberi label "Arab Warren Buffett" itu jadi satu dari belasan pangeran yang ditangkap November lalu dalam sebuah tindakan kriminal korupsi besar-besaran di Saudi.

Selain pangeran, puluhan pejabat tinggi pemerintahan Saudi lainnya juga ditahan oleh komite anti-korupsi baru yang diketuai oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.


Menurut bocoran seorang pejabat senior Saudi anonim seperti dimuat Russia Today, Pangeran Alwaleed memberikan penawaran tertentu dan jaksa agung belum menyetujuinya.

Sumber lain sebelumnya mengatakan kepada Reuter bahwa Alwaleed bin Talal ingin memberikan "sumbangan" kepada pemerintah dari asetnya.

Mengutip Wall Street Journal, Pejabat Saudi menuntut miliarder berusia 62 tahun tersebut membayar hingga 6 miliar dolar untuk kebebasan.

Namun laporan terbaru menyebut bahwa pangeran tersebut menawarkan sebagian besar perusahaan yang berbasis di Riyadh, alih-alih menyerahkan sekitar sepertiga dari kekayaannya yang ditaksir bernilai 18 miliar dolar AS.

Sebelumnya, pria terkaya ke-64 di dunia itu dilaporkan pindah ke fasilitas keamanan maksimal Arab Saudi yang terbesar, Al-Hayer, dari Riyadh Ritz Carlton Hotel, tempat "penahanan" para tersangka korupsi.

Alwaleed bin Talal yang memiliki Kerajaan Holding Company diketahui memegang saham utama di perusahaan-perusahaan Amerika Serikat termasuk Citigroup, Apple dan Twitter. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya