Berita

Dunia

Badan Pengawas Nuklir Jepang Upayakan Agar Air Radioaktif Fukushima Bisa Dibuang Ke Laut

SABTU, 13 JANUARI 2018 | 14:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Regulator Nuklir Jepang (NRA) menyebut bahwa keputusan akhir untuk mlepaskan lebih dari satu juta ton air radioaktif dari pabrik Fukushima Jepang yang lumpuh harus dibuat dalam tahun ini karena operatornya kehabisan lahan untuk menyimpan limbah tersebut.

Hal ini dilakukan karena Tokyo Electric Power Company (TEPCO), operator pabrik Fukushima, kekurangan waktu untuk memutuskan apa yang harus dilakukan dengan sekitar satu juta ton air radioaktif yang telah disimpan di ratusan tank di pabrik tersebut.

Ketua NRA Toyoshi Fuketa mengatakan kepada walikota Naraha, sebuah kota di dekat fasilitas yang dilanda bencana bahwa keputusan mengenai pelepasan limbah ke laut harus segera dibuat.


"Kami akan menghadapi tantangan baru jika sebuah keputusan (tentang pembebasan) tidak dibuat dalam tahun ini," kata Fuketa, seperti dilansir Japan Today.

Air beracun di pabrik tersebut diencerkan melalui sistem pengolahan yang dapat membuang 62 jenis bahan radioaktif kecuali tritium, yang menurut ketua NRA, benar-benar aman bagi lingkungan.

"Sudah jelas secara ilmiah bahwa tidak akan ada dampak pada produk laut atau lingkungan," Fuketa meyakinkan walikota.

TEPCO telah terus menambahkan tangki air baru untuk menyimpan air yang digunakannya untuk menjaga agar batang bahan bakar meleleh menjadi dingin, serta air tanah yang terkontaminasi dalam prosesnya.

Menurut pengawas nuklir Jepang, saat ini terdapat 650 tank di fasilitas yang menyimpan sekitar satu juta ton air. Hingga Juli tahun lalu ada 5.080 tangki dan 770.000 ton cairan.

Kenaikan tersebut berarti TEPCO dan pemerintah Jepang memiliki sedikit waktu sebelum kapasitas untuk menahan air di pabrik terlalu banyak. Fuketa memperkirakan dibutuhkan waktu tambahan dua atau tiga tahun untuk mempersiapkan pembuangan setelah keputusan dibuat.

"(TEPCO) telah membangun tank baru, namun pada akhirnya akan kehabisan lahan," kata seorang pejabat NRA yang tidak disebutkan namanya, menurut The Japan Times.

Sementara NRA dan TEPCO mengklaim bahwa air yang terkontaminasi tritium tidak menimbulkan risiko pada kehidupan maritim, serikat nelayan setempat telah dengan gigih menentang pelepasan yang tertunda, dengan alasan pelepasan air radioaktif akan menimbulkan spekulasi dan membuat pekerjaan mereka tidak mungkin dilakukan. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya