Berita

Zainal Bintang/net

Politik

Bintang: Polemik Calon Ketua DPR Rugikan Citra Golkar

SABTU, 13 JANUARI 2018 | 08:51 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Sangat disayangkan ada pro dan kontra di masyarakat soal nama calon Ketua DPR RI yang akan diajukan Partai Golkar.

Demikian tanggapan politikus senior  yang juga anggota Dewan Pakar Golkar, Zainal Bintang, merujuk pada prediksi publik bahwa Bambang Soesatyo (Bamsoet) sudah ditetapkan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto (AH), sebagai bakal Ketua DPR menggantikan Setya Novanto.

Maraknya nama Bamsoet disebut-sebut publik berawal dari pernyataan seorang pengurus Golkar yang juga anggota DPR RI pada hari Kamis (11/1), sesaat setelah rapat fraksi Golkar di Senayan. Ia sebutkan Bamsoet adalah calon pasti Ketua DPR. Pernyataan itu dikesankan sebagai hasil rapat fraksi yang dipimpin Ketum.


Namun, setahu Bintang dari sumber yang hadir dalam rapat tersebut, tidak ada sama sekali pembahasan calon Ketua DPR.

"Tidak ada sama sekali Pak Ketum menyebut satu nama pun," kata Bintang mengutip sumbernya.

Nama Bamsoet kembali merebak melalui pernyataan bersayap tokoh Golkar yang lain. Tokoh itu mengaku sudah lama mengetahui Bamsoet akan dijadikan Ketua DPR mengganti Setya Novanto, bahkan sejak sebelum Munaslub.

Pernyataan dua orang tokoh papan atas Golkar itu disayangkan Bintang. Bagi dia, polemik itu menciderai wibawa Airlangga Hartarto atau AH.

Mengapa demikian? Alasan pertama, penetapan nama calon Ketua DPR belum dibahas dalam rapat pleno pengurus harian DPP Golkar. Kedua, pernyataan itu telah mengundang reaksi publik yang berkonotasi negatif terhadap kepemimpunan AH maupun Golkar .

Yang menonjol adalah serangan balik dari LSM anti korupsi, dalam hal ini Indonesia Corruption Watch (ICW) yang disuarakan Donal Faris. "Kecerewetan" dua tokoh Golkar yang berbicara ke media itu membuat AH bertabrakan dengan ICW.

"Ini sebuah awal yang buruk bagi kepemimpinan AH yang belum sebulan jadi Ketum Golkar," ujar Bintang, Sabtu pagi (13/1).

Wartawan senior itu meminta semua pihak di Golkar menahan diri dalam membuat pernyataan pers.

"Jangan malah jadi blunder. Sungguh sangat disayangkan adanya pernyataan itu yang memantik reaksi publik yang disuarakan ICW. Kasihan AH. Dia bisa terpojok. Dan kejadian itu bisa dimanfaatkan mereka yang tidak suka ada perubahan yang dilakukan AH," tambahnya.

Bintang berpesan, penetapan figur Ketua DPR harus ekstra hati-hati. Meskipun itu adalah kuota Golkar, namun harus diingat bahwa lembaga tersebut milik keseluruhan publik.

"Golkar tidak bisa hanya berpatokan kepada subjektivitas internal  semata," tegas Bintang. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya