Berita

Ilustrasi/Net

Global

Kelalaian Jadi Penyebab Empat Bayi Baru Lahir Meninggal Di RS Ternama Korsel Ini

JUMAT, 12 JANUARI 2018 | 14:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kondisi kebersihan yang buruk di unit perawatan intensif sebuah rumah sakit swasta di Seoul Korea Selatan membunuh empat bayi yang baru lahir dalam dua jam pada bulan Desember lalu.

Hasil investigasi polisi yang dirilis hari ini (Jumat, 12/1), menemukan bahwa tes darah pada empat bayi prematur menunjukkan bahwa mereka semua terinfeksi dengan bakteri resisten obat yang sama, yang mengakibatkan syok septik.

Badan Kepolisian Metropolitan Seoul dalam keterangan merujuk pada hasil penyelidikan National Forensic Service, menyebut bahwa semua bayi yang tewas menunjukkan perubahan drastis dalam detak jantung mereka dan perutnya membengkak.


"Sangat jarang kematian oleh infeksi bakteri terjadi pada waktu yang hampir bersamaan," kata NFS seperti dimuat Channel News Asia.

Dalam kasus ini, lima staf medis yang terdiri dari dua dokter dan tiga perawat di Rumah Sakit Universitas Wanita Ewha akan dituduh melakukan pembunuhan tanpa disengaja karena kelalaian atas kematian tersebut. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya