Berita

Julian Assange/Net

Global

Resmi, Julian Assange Jadi Warga Negara Ekuador

JUMAT, 12 JANUARI 2018 | 08:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ekuador resmi memberikan status kewarganegaraan kepada pendiri WikiLeaks Julian Assange. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Ekuador untuk mengizinkannya meninggalkan kedutaan besar Ekuador di London, yang merupakan tempat persembunyiannya selama lebih dari lima tahun terakhir.

Ekuador membuat langkah tersebut setelah pemerintah Inggris menolak permintaan dari negara Amerika Selatan agar Assange untuk diberi status diplomatik, yang dapat memberinya kekebalan dari penangkapan jika dia mencoba untuk meninggalkan kedutaan tersebut.

Menteri Luar Negeri Ekuador Maria Fernanda Espinosa mengatakan bahwa dia berharap dapat menemukan solusi atas dilema tersebut.


"Ekuador saat ini sedang menjajaki solusi lain dalam dialog dengan Inggris, seperti kantor yang terkenal dari otoritas terkenal, negara bagian lain, atau organisasi internasional yang dapat memfasilitasi solusi yang adil, final dan bermartabat bagi semua pihak," kata Espinosa dalam sebuah konferensi pers di Quito.

"Ada kekhawatiran kuat yang kita miliki tentang kemungkinan risiko terhadap kehidupan dan integritasnya (Assange), tidak harus oleh Inggris tapi oleh negara pihak ketiga," kata Espinosa.

Dia tidak memberikan rincian tentang bagaimana pemberian kewarganegaraan Assange bisa membantunya meninggalkan kedutaan dan menghindari penangkapan.

Sementara Inggris melihat satu resolusi untuk kebuntuan diplomatik.

"Ekuador tahu bahwa cara untuk menyelesaikan masalah ini adalah Julian Assange meninggalkan kedutaan untuk menghadapi keadilan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris seperti dimuat Reuters.

Dengan demikian, Assange kini memiliki dua kewarganegaraan yakni Australia dan Ekuador. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya