Berita

Iklan H&M yang dinilai rasis/Net

Dunia

Gara-gara Iklan Rasis, Dua Musisi Putus Kerjasama Dengan H&M

KAMIS, 11 JANUARI 2018 | 12:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dua musisi memutuskan hubungan bisnis dengan brand ritel ternama asal Swedia, H&M menyusul gambar kontroversial dengan menggunakan model muda berkulit hitam untuk mempromosikan hoodie "coolest monkey in the jungle".

Gambar itu memicu perhatian online karena dinilai rasis. Menanggapi insiden itu, H&M telah meminta maaf dan menghapus gambar awal pekan ini.

Namun hal tersebut membekas bagi sejumlah kalangan, termasuk musisi yang berkolaborasi dengan H&M.
 

 
"Setelah melihat gambar yang mengganggu kemarin, kegembiraan saya atas kampanye global kami dengan cepat menguap, dan saya telah memutuskan saat ini bahwa kemitraan kami harus berakhir," kata musisi dan produser G-Eazy dalam sebuah pernyataan.

G-Eazy, yang nama aslinya adalah Gerald Gillum, bekerja sama dengan H&M dalam koleksi busana pria yang dijadwalkan masuk ke toko pada tanggal 1 Maret.

Selain dia, penyanyi Kanada Abel Tesfaye, lebih dikenal dengan The Weeknd, juga memutus kerjasama dengan H&M sebagai tanggapan atas masalah ini.

"Bangun pagi ini kaget dan malu dengan foto ini. Saya sangat tersinggung dan tidak akan bekerja sama dengan H&M lagi," katanya di Twitter.

Dia berada di balik koleksi "Spring Icons Selected by The Weeknd" H&M yang mulai dijual tahun lalu dan masih tersedia secara online.

Dalam sebuah pernyataan, H&M mengatakan bahwa sepenuhnya memahami dan menyetujui dengan reaksi para seniman terhadap gambar tersebut.

"Kami sekarang menyelidiki secara internal untuk menghindari hal ini terjadi lagi. Kami akan melanjutkan diskusi dengan G-Eazy dan Weeknd secara terpisah," tambahnya seperti dimuat CNN. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya